Ibuku sayang

Rabu, 31 Agustus 2011

Ibuku sayang..
hari itu aku tak melihat senyummu
tak kulihat binar indah matamu
Tak pula kudengar lembut suaramu
Yang ada hanya diam..
Perlahan ku lihat lagi..
Nampak butiran halus jatuh di dari sudut matamu
Gurat kesedihan jelas tergambar
Tapi kau masih diam..
Ibuku sayang..
Jangan tangisi kepergianku
Jangan ada sedih yang mengantar langkahku
Jangan membuat jalanku berat untuk melangkah
Karena cita-cita suci ini butuh ridho mu
Karena ridho mu adalah Ridho-Nya
Hingga saatnya nanti, aku akan kembali ke pelukanmu
Merawatmu sepenuh hati sebagai wujud baktiku
Tetap tersenyum ibu..
Karena senyummu adalah semangatku
Senyummu adalah oase dalam gersangnya jiwaku


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Terimakasih untuk cintamu yang tulus

Selasa, 30 Agustus 2011

Sang Malaikat yang dikirim Allah untukku
Mendoakanku dalam tangisnya
Menjagaku dalam lelahnya
Mengasihiku sepanjang masa

Dalam buaianmu aku terlelap
Dalam dekapanmu aku bermimpi
Dalam doamu terselip namaku
Dalam senyumanmu tersimpan ketulusan


Rasa rindu ini membuncah
Ingin segera ku menemui dirimu
Memelukmu seerat-eratnya..
Terimakasih untuk cintamu yang tulus
IBU…


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Idul Fitri Dalam Kesederhanaan

Hari ini 1 syawal 1432 H adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh umat islam di dunia. Seluruhnya mengumandangkan takbir mengagungkan kebesaran Allah.swt. Semua larut dalam suka cita atas kemenangan yang telah dianugerahkan oleh Allah sebagai ganjaran atas puasa sebulan penuh di bulan romadhon. Hari ini pula segala sekat-sekat pemisah terbuka oleh permohonan maaf dan tersambung kembali tali-tali silaturrahim yang sempat kusut. Sesuatu yang paling ditunggu di hari kemenangan ini adalah "Berkumpul dengan keluarga besar", makan makanan khas lebaran, dan silaturahmi dengan tetangga dan sanak family. Hari ini mungkin sebagian besar umat muslim tengah menikmati suasana hangat berkumpul dengan keluarga, merasakan nikmatnya masakan khas lebaran serta asyiknya obrolan dengan tetangga atau sanak family.

Khusus tahun ini, saya tidak bisa menikmati indahnya suasana idul fitri seperti tahun sebelumnya. Saya berlebaran jauh dari orang tua dan hanya bisa menikmati makanan lebaran seadanya. Semuanya sederhana dan tidak ada suatu yang istimewa. Tapi, entah mengapa saya merasa idul fitri ini lebih nikmat dan terasa ada nilai tambah di dalamnya. Mungkin karena idul fitri kali ini lebih sederhana, makan seadanya sehingga tidak kekenyangan, tidak mesti dengan baju baru sehingga hati terjaga dari kesombongan. Seringkali orang yang terlalu menikmati suka cita lebaran, berakhir dengan kekenyangan dan melupakan esensi idul fitri yang sesungguhnya. Banyak yang karena kelelahan seharian di idul fitri, meninggalkan sholat 5 waktu yang sebenarnya adalah sholat wajib.

Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa berkumpul bersama keluarga adalah suatu hal yang dirindukan, mengingat bahwa ini adalah moment yang jarang terjadi mungkin hanya sekali setahun yaitu saat idul fitri saja. Jadi, bagi kalian yang sedang mudik dan menikmati suasana indah bersama keluarga beserta makanan yang enak, nikmati dan syukurilah karena tidak semua orang bisa menikmati itu, serta jangan melupakan esensi idul fitri yang sesungguhnya. Sekali lagi bersyukurlah...

Idul fitri kali ini banyak mengajarkan saya tentang kesederhanaan, ikut merasakan bagaimana keadaan mereka yang tidak bisa idul fitri dengan keluarga serta mereka yang tidak menikmati makanan lezat. Ada rasa rindu yang membuncah tapi di saat yang bersamaan ada rasa nikmat yang sebelumnya tidak pernah saya rasakan.

Selamat idul fitri 1432 H
Taqobbalallahu minna wa minkum...
Mohon maaf atas segala salah dan khilaf


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Tulisan tak sampai

Senin, 29 Agustus 2011

Hayoo, siapa yang semalam galau? Ngacung oy! berbeda dari biasanya, kali ini orang-orang galau bukan karena putus cinta atau apalah tapi galau karena penetapan tanggal idul fitri masih simpang siur. Semua sudah optimis kalau idul fitri pasti jatuh pada hari selasa tanggal 30 Agustus. Dengan harap-harap cemas semua menantikan munculnya si hilal. Berharap bahwa, si hilal mau berbaik hati memunculkan dirinya agar idul fitri kali ini seragam mengingat bahwa Muhammadiyah memutuskan untuk berlebaran tanggal 30 Agustus 2011.

Kegalauan masyarakat bisa terwakili oleh isi twit-twit yang ada di linimasa/timeline twitter. Di sana bisa dilihat bagaimana setiap orang mengemukakan pandangannya tentang polemik penentuan tanggal idul fitri mulai dari yang isi twitnya serius sampai yang lucu semua lewat di linimasa. Dan twitter memang miniatur kehidupan, jadi apa yang saya baca dan lihat di sana sesungguhnya sudah mewakili perasaan dan pikiran masyarakat.

Dua paragraf di atas adalah "tulisan tak sampai" saat menjelang lebaran idul fitri tahun lalu. Beginilah jika punya kebiasaan nulis yang moody. Banyak draft tulisan yang tidak tahu dimana ujung pangkalnya. Tapi ingin menyambung sedikit tulisan di atas, walau agak sedikit parah ya, sebuah tulisan disambung setelah satu tahun tersimpan rapih.. Hehe

Sekarang 2 minggu menjelang romadhon. Semoga tak ada lagi perbedaan tanggal penetapan jatuhnya awal puasa agar kita semua bisa berlebaran di hari yang sama, bisa merayakan kemenangan dalam satu barisan. Tak ada lagi yang galau karena bingung diantara dua pilihan, tak ada lagi yang menjadikan ini sebagai bahan olokan dan candaan. Semoga apa yang saya tuliskan setahun yang lalu tidak lagi terulang tahun ini. Aamiin

Selamat menantikan puasa romadhon, bulan yang teristimewa diantara semua bulan, semoga bisa lebih baik dari tahun kemarin. Aamiin :)


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Selamat Jalan Midho'

Minggu, 28 Agustus 2011

Sebenarnya, tulisan ini sudah saya tulis beberapa bulan yang lalu, tapi baru sekarang saya sempat mem-posting-nya. Berikut tulisan saya 2 minggu setelah kepergian sepupu tercinta Muh.Lutfi Nur (24/4/2011)

Sebuah sms membuat saya tak tenang pagi itu, sms yang isinya mengatakan bahwa kamu sedang dalam keadaan tak sadar dan sedang berada di Rumah Sakit. Jujur membaca sms itu, perasaan sy sudah tak enak dan terus berusaha menahan tangis. Yang ada dalam pikiran ku saat itu adalah bagaimana susah dan sakitnya kamu berjuang melewati masa kritis itu. Segera, sy mengirimkan doa dan beberapa bacaan Alquran untukmu. Sambil mengupdate sebuah status di ‘grup Alumni SMP 6 Bulukumpa’ berharap teman-teman yang membacanya bisa ikut mendoakan. Ternyata kamu memang melewati masa kritis itu, tapi bukan berakhir dengan sembuh tapi kamu pergi untuk selamanya. Mungkin Allah tidak menginginkanmu merasakan sakit terlalu lama sehingga pagi itu juga Allah memanggilmu wahai sepupu kesayanganku.

Midho’.. sekarang kamu sudah pergi untuk selamanya, Allah telah memanggilmu kembali karena memang sesungguhnya harus disadari bahwa Allah hanya menitipkan kita di dunia ini untuk sementara. Namun, terlalu banyak kenangan yang kau sisakan sehingga dada rasanya sesak kalau ingat semua itu. Kita dibesarkan sama-sama dalam sebuah keluarga besar, dari SD sampai SMA kita satu sekolah sehingga bagiku kau bukan hanya sekedar sepupu tapi juga seorang sahabat dan kakak.

Kamu sangat friendly Lutfi.. terbukti dari banyaknya teman-temanmu yang datang melayat meski mereka harus menempuh perjalanan jauh. Satu hal yang saya salut dari sikapmu adalah kamu selalu menjaga silaturrahim dengan semua teman-teman dan orang yang pernah kau kenal. Saya tau persis siapa sahabat akrab mu di SD, SMP, SMA dan bangku kuliah tapi kau tidak pernah melupakan mereka yang pernah hadir dalam hidupmu. Komunikasi dengan teman-teman SD, SMP, dan SMA masih berjalan meskipun kau sudah menemukan orang baru dan dunia baru di bangku kuliah. Di penghujung tahun 2010 kemarin saya tau persis kau sangat ingin menyatukan mahasiswa-mahasiswa salassae, sekali lagi kau bilang bahwa tujuannya adalah untuk menjaga silaturrahim diantara kita. Semoga waktu itu malaikat selalu mencatat semua niat baikmu untuk selalu menyambung tali silaturrahim. Dan di malam terakhir dalam hidupmu kau sempat mengutarakan keinginan untuk reuni dan kumpul-kumpul dengan teman SMP. Harusnya kau berbahagia uppi karena di malam berikutnya semua itu terwujud, hanya saja saat itu kau sudah terlihat pucat, dingin, dan tak menjawab apa-apa dari kami,, yahh,,,, kau sudah terbujur kaku kawan.

Uppi,, kau adalah kakak yang baik untuk adik-adikmu sehingga wajar kalau mereka sangat kehilangan. Tiga hari sebelum kepergianmu, bahkan kau masih sempat membawakan obat dan gado-gado untuk adik mu pitty yang sedang demam. Adik Nabil yang berumur 4 tahun pasti akan merindukan dirimu yang membawakan oleh-oleh semangka untuknya.

Masih teringat jelas saat kita sama-sama tinggal di rumah tante selama 3 tahun. Kamu tidak malu-malu untuk mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan perempuan. Kita biasa mencuci piring bersama. Saat pagi tiba aku bertugas menyapu lantai dan kamu yang mengepel. Tempat favorit kita adalah di ruang tengah, tempat dimana kamu, aku, tuti, dan anna belajar, bercerita dan bercanda. Sungguh terlalu indah semua kenangan ini sehingga rasanya tak mampu lagi saya meneruskan tulisan ini.

Terima kasih midho kau telah menjadi sepupu terbaik yang tidak pernah sekalipun memarahiku, bahkan kau sering menurut apa kataku. Terima kasih sudah menjaga sebuah rahasia yang pernah kuceritakan saat SD dan hingga kau menutup mata untuk selamanya kau tidak pernah membocorkan rahasia itu. Terima kasih kau sudah mengajarku main gitar waktu SMP, mengantarku kemanapun aku ingin pergi saat SMP, mau mendengar cerita2ku. Maaf kalau saya belum bisa jadi sepupu yang baik. Maaf karena sejak kuliah komunikasi kita jadi begitu jarang.

Apa yang kutulis di atas sama sekali tak bermaksud meratap kepergianmu karena Rasulullah sangat membenci orang yang meratapi kematian dan saya sadari bahwa memang sudah saatnya kamu pergi karena itulah yang sudah digariskan oleh Allah bahwa usiamu sudah cukup sampai disini, tidak ada satupun manusia yang bisa mencegah itu. Apa yang kutulis tak lebih hanyalah sebuah curahan hati dan kenangan tentangmu. Dari awal saya selalu berusaha mengganti setiap tetesan air mata dengan doa karena kutau air mata ini tak akan meringankan bebanmu di sana. Midho’… Semoga kau tenang di sana, kuburmu dilapangkan, dosamu diampuni, dan pahala mu di terima oleh ALLAH. Amin Allahumma amin…. Selamat jalan my luvly cousin, my dear friend. Kau akan selalu di hati kami,,, selamanya

Sekarang sudah kurang lebih 4 bulan setelah kepergianmu, semoga Allah selalu melapangkan kuburmu. Amin


Muh.Lutfi.Nur (Alm)



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Mudik nggak Mudik yang Penting Happy

Masih pagi banget tapi kos udah sunyi sesunyi-sunyinya,,, semua udah pada mudik. Tinggal sy dan meryl di kos. Yup,, lebaran kali ini saya memutuskan untuk tidak mudik mengingat baru sebulan saya balik ke sini dan harga tiket juga lagi melambung tinggi. Padahal di kampus diberi libur seminggu, Lumayan banget lo ya soalnya taun lalu kalo nggak salah Cuma dikasi libur 3 hari.

Tentang keputusan saya untuk nggak pulang mudik ini banyak menuai protes, rayuan, dan ketidak-percayaan teman-teman di kampus maupun di kos. Mereka protes mengapa saya nggak pulang.. “Fir.. kenapa nggak pulang? Ini IDUL FITRI loh fir.. IDUL FITRI…” heyy siapa juga yang bilang ini IDUL ADHA.. lah trus kenapa kalau idul fitri? Salah gue.. salah temen-temen gue.. #Ehh. Kata temen-temen idul fitri itu berasa banget kalau nggak kumpul sama keluarga, apalagi kos sunyi. Ada lagi temen satu yang rayuan nya bukan main, ngajak mudiknya menggoda iman banget.. dia bilang “Kamu nggak inget ortu fir, kasian mamamu pasti nangis deh, tahun kemaren aja libur cm 3 hari tapi kamu mudik sekarang yang libur 9 hari kenapa nggak mudik?” Pengen gue sumbat mulutnya pake kulkas deh… Ada lagi temen satu ini waktu saya bilang kalo saya nggak mudik, ekspresinya itu kayak disamber gledek gitu… sy pikir2 ada yang salah ya kalo sy nggak mudik, mereka malah bilang begini “Helooo… seorang firah nggak mudik? Nggak percaya gw, ntar 3 hari menjelang lebaran pasti dia mudik taruhan deh…” heh.. pake taruhan segala..

Mendengar comment2 temen-temen seperti di atas, sempat menggoyahkan pertahanan hatikuhh (Lebay dikit lah ya) sempat pengen pulang.. saya jd mikir, gimana ya keadaan pas hari raya, nggak ada ketupat, opor ayam dan masakan ibu lainnya.. uhhh *dilemma* *galau* tapi nggak sampai tiduran di rel dan mandi di bawah shower sih kayak si @poconggg kalau dia lagi galau. saya mencoba menenangkan pikiran, berpikir sejernih2nya, mikir2 lagi untung dan ruginya kalo sy mudik.

Dan setelah saya menimbang-nimbang, mengukur-ngukur, memikir-mikir *apaan deh* saya memutuskan untuk tetap tinggal di kos, lebaran jauh dari ortu dengan segala resikonya. Pertimbangan saya seperti ini :
  1. Baru bulan kemaren saya pulang kampung
  2. Biaya tiket lagi mahal cyn.. (Kasian ortu kan yak… walaupun sebenarnya kalo ane bilang mo pulang pasti dikasih, Cuma tau diri lah yaw)
  3. Libur Cuma seminggu, palingan nggak kerasa, Cuma silaturrahmi sana sini eh taunya libur udah mo usai
  4. Kalau masalah makanan lebaran, itu gampang, disini jg bisa makan enak kok, neh samping kos, tetangga2 udah pada mo bikin open house buat mahasiswa yang kagak pulang *Sesuatu banget yahh.. :D
  5. Kalau masalah sialturrahmi dengan keluarga  Apa gunanya Alexander Graham bell telah dengan susah payah menciptakan tilipun kalau nggak dimanfaatkan khususnya di hari raya.. :D
  6. Ntar lagi kan MID semester nih, waktu seminggu ini lumayan banget loh kalau dipake buat belajar :p
  7. Nah yang terakhir, ini sebenarnya yang jadi pertimbangan utama buat sy, IBU… (aduh jadi pengen nagis kalo ingat beliau) Nggak sanggup ane ngeliat air matanya kalau pas anak bungsunya ini harus mengakhiri liburan dan balik kuliah,, jadi mending milih untuk nggak pulang sekalian (alas an yang absurd yah… tapi jujur itu yang saya rasakan)
Dan akhirnya… jeng.. jeng… dari 20 kamar yang ada di kos ini, tersisa 3 kamar yang penghuninya nggak mudik termasuk saya. Kemarin sy pikir suasana sunyi senyap ini bakal bikin saya nangis Bombay, mewek sampai bengkak, eh nggak taunya perasaan itu nggak ada sama sekali. Malahan, sy merasa teduh, banyak merenung, dan bias menikmati akhir-akhir ramadhan seorang diri tanpa terganggu oleh kegiatan2 mudik.

Terkadang dibutuhkan kesunyian untuk menemukan mutiara hidup yang mungkin selama ini belum kita temukan.

Selama 2 hari ditinggal oleh teman-teman kos yang pada mudik, saya mengisinya dengan bikin kreasi ketupat. Sebenarnya sih gara-gara buka twitter trus liat akun twitter @telkomsel yang ngadain kuis kreasi ketupat, hadiahnya pulsa 100ribu. Ih lumayan kan buat dipakai nilpun di hari raya. Doain menang yah…

Kreasi 1. Ketupat termungil, susah loh buatnya tapi puas dengan hasilnya


Kreasi 2. Ini yang kedua, dipadukan dengan ucapan idul fitri. :)


Kreasi 3. Pasti belum pernah liat ketupat batik kan? nah,, ini hasil kreasi saya :)




And the last, Buat semua umat muslim, yang mungkin taun ini nggak mudik ntah itu karena kerja, harga tiket mahal, atau ketinggalan kereta… tenanglah kita senasib, tetap semangat, jangan biarkan ada setetes air mata yang jatuh karena bisa dijamin pasti air mata itu nggak akan bisa bawa kalian pulang ke kampung.. hihihi,

Taqobbalallahu minna wa minkum..

Selamat idul fitri 1432 H, semoga kita benar-benar kembali terlahir suci


Wassalam

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO