Sebuah sms membuat saya tak tenang pagi itu, sms yang isinya mengatakan bahwa kamu sedang dalam keadaan tak sadar dan sedang berada di Rumah Sakit. Jujur membaca sms itu, perasaan sy sudah tak enak dan terus berusaha menahan tangis. Yang ada dalam pikiran ku saat itu adalah bagaimana susah dan sakitnya kamu berjuang melewati masa kritis itu. Segera, sy mengirimkan doa dan beberapa bacaan Alquran untukmu. Sambil mengupdate sebuah status di ‘grup Alumni SMP 6 Bulukumpa’ berharap teman-teman yang membacanya bisa ikut mendoakan. Ternyata kamu memang melewati masa kritis itu, tapi bukan berakhir dengan sembuh tapi kamu pergi untuk selamanya. Mungkin Allah tidak menginginkanmu merasakan sakit terlalu lama sehingga pagi itu juga Allah memanggilmu wahai sepupu kesayanganku.
Midho’.. sekarang kamu sudah pergi untuk selamanya, Allah telah memanggilmu kembali karena memang sesungguhnya harus disadari bahwa Allah hanya menitipkan kita di dunia ini untuk sementara. Namun, terlalu banyak kenangan yang kau sisakan sehingga dada rasanya sesak kalau ingat semua itu. Kita dibesarkan sama-sama dalam sebuah keluarga besar, dari SD sampai SMA kita satu sekolah sehingga bagiku kau bukan hanya sekedar sepupu tapi juga seorang sahabat dan kakak.
Kamu sangat friendly Lutfi.. terbukti dari banyaknya teman-temanmu yang datang melayat meski mereka harus menempuh perjalanan jauh. Satu hal yang saya salut dari sikapmu adalah kamu selalu menjaga silaturrahim dengan semua teman-teman dan orang yang pernah kau kenal. Saya tau persis siapa sahabat akrab mu di SD, SMP, SMA dan bangku kuliah tapi kau tidak pernah melupakan mereka yang pernah hadir dalam hidupmu. Komunikasi dengan teman-teman SD, SMP, dan SMA masih berjalan meskipun kau sudah menemukan orang baru dan dunia baru di bangku kuliah. Di penghujung tahun 2010 kemarin saya tau persis kau sangat ingin menyatukan mahasiswa-mahasiswa salassae, sekali lagi kau bilang bahwa tujuannya adalah untuk menjaga silaturrahim diantara kita. Semoga waktu itu malaikat selalu mencatat semua niat baikmu untuk selalu menyambung tali silaturrahim. Dan di malam terakhir dalam hidupmu kau sempat mengutarakan keinginan untuk reuni dan kumpul-kumpul dengan teman SMP. Harusnya kau berbahagia uppi karena di malam berikutnya semua itu terwujud, hanya saja saat itu kau sudah terlihat pucat, dingin, dan tak menjawab apa-apa dari kami,, yahh,,,, kau sudah terbujur kaku kawan.
Uppi,, kau adalah kakak yang baik untuk adik-adikmu sehingga wajar kalau mereka sangat kehilangan. Tiga hari sebelum kepergianmu, bahkan kau masih sempat membawakan obat dan gado-gado untuk adik mu pitty yang sedang demam. Adik Nabil yang berumur 4 tahun pasti akan merindukan dirimu yang membawakan oleh-oleh semangka untuknya.
Masih teringat jelas saat kita sama-sama tinggal di rumah tante selama 3 tahun. Kamu tidak malu-malu untuk mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan perempuan. Kita biasa mencuci piring bersama. Saat pagi tiba aku bertugas menyapu lantai dan kamu yang mengepel. Tempat favorit kita adalah di ruang tengah, tempat dimana kamu, aku, tuti, dan anna belajar, bercerita dan bercanda. Sungguh terlalu indah semua kenangan ini sehingga rasanya tak mampu lagi saya meneruskan tulisan ini.
Terima kasih midho kau telah menjadi sepupu terbaik yang tidak pernah sekalipun memarahiku, bahkan kau sering menurut apa kataku. Terima kasih sudah menjaga sebuah rahasia yang pernah kuceritakan saat SD dan hingga kau menutup mata untuk selamanya kau tidak pernah membocorkan rahasia itu. Terima kasih kau sudah mengajarku main gitar waktu SMP, mengantarku kemanapun aku ingin pergi saat SMP, mau mendengar cerita2ku. Maaf kalau saya belum bisa jadi sepupu yang baik. Maaf karena sejak kuliah komunikasi kita jadi begitu jarang.
Apa yang kutulis di atas sama sekali tak bermaksud meratap kepergianmu karena Rasulullah sangat membenci orang yang meratapi kematian dan saya sadari bahwa memang sudah saatnya kamu pergi karena itulah yang sudah digariskan oleh Allah bahwa usiamu sudah cukup sampai disini, tidak ada satupun manusia yang bisa mencegah itu. Apa yang kutulis tak lebih hanyalah sebuah curahan hati dan kenangan tentangmu. Dari awal saya selalu berusaha mengganti setiap tetesan air mata dengan doa karena kutau air mata ini tak akan meringankan bebanmu di sana. Midho’… Semoga kau tenang di sana, kuburmu dilapangkan, dosamu diampuni, dan pahala mu di terima oleh ALLAH. Amin Allahumma amin…. Selamat jalan my luvly cousin, my dear friend. Kau akan selalu di hati kami,,, selamanya