Mimpi ku bukan mimpi biasa

Senin, 24 Januari 2011

Iya.. ini memang Cuma mimpi. Aku tak memungkiri itu… tapi mimpiku bukan lah mimpi biasa. Mungkin sekarang kita sama-sama bermimpi tapi apa yang kita impikan belum tentu sama. Bagimu mungkin mimpi adalah bunga tidur atau khayalan tak sampai. Tapi bagiku mimpi adalah bunga tidur yang membangunkan aku menuju taman bunga yang sesungguhnya.

Aku tak sekedar bermimpi tapi aku bangun dari mimpi itu dan segera mengejarnya hingga tanganku mampu meraihnya. Ia bukan sekedar khayalan tak sampai tapi sebuah imajinasi yang tak sekedar untuk di imajinasikan, tapi untuk ditampilkan dalam sebuah lakon nyata yang tak sekedar akting. Di sana aku sendiri yang menjadi peran utama dan Allah lah sang sutradara Maha sempurna. Aku berlari mengejar mimpi itu dan mengikuti setiap arahan sang sutradara. Inilah yang membuat mimpiku tak biasa.

Kini aku akan menjalani episode demi episode rangkaian pencarian mimpi ini. Mimpi yang terbaik akan aku dapat jika aku mampu melakoni peran ini dengan baik. Aku harus mengikuti setiap aturan dan arahan sang Sutradara agar mimpi itu bisa kuraih dengan sempurna. Episode ini masih panjang entah sampai season ke berapa. Yang bisa kulakukan adalah menjalani tiap scenario sutradara sebaik mungkin dan tak keluar dari aturannya.

Bahwa nanti mimpi itu tak bisa kugenggam.. ah itu hak prerogative sang Sutradara. Menjalani proses dengan sungguh-sungguh adalah suatu kenikmatan tak terhingga. Mari berjalan denganku, menjalani seluruh episode pencarian mimpi dengan arahan Sang Sutradara maha sempurna. Mari kita sama-sama meraihnya untuk tak sekedar menjadi bunga tidur tapi akan membawa kita menuju taman bunga terindah yang sesungguhnya. Mari wujudkan mimpi yang tak biasa ini. 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Belajar dari hujan “Berbagilah air kehidupan bagi mereka yang dahaga”

Hujan deras turun ke bumi membawa kabar gembira bagi makhluk yang pandai bersyukur dan membawa berita buruk bagi mereka yang hanya bisa mengeluh. Andai mereka bisa sedikit saja mengambil hikmah dari salah satu anugrah indah pemberian Allah ini, pasti mereka tak perlu mengeluarkan energi untuk sekedar mengumpat datangnya hujan.

Tak perlu risau dengan hujan karena ia datang untuk memberi aroma kehidupan pada alam. Ia bukan diturunkan untuk sekedar pelepas dahaga alam. Tapi di sana Ia memberi seribu bahkan jutaan makna bahwa dari hujan pun kita bisa banyak belajar.

Belajar untuk memberi tanpa di minta. Saat alam sudah menampakkan kegersangannya maka ia datang memberi kesejukan. Saat banyak kerongkongan dalam keadaan kering kerontang, ia datang menghapus dahaga. Allah menurunkan semuanya untuk menunjukkan banyak hikmah bagi kita. Sudahkah kita memberi kesejukan kepada orang di sekeliling kita? Di saat jutaan mata menangis pernahkah kita tergerak untuk sekedar menghapus air mata itu. Untuk jutaan kerongkongan yang kemarau, pernahkah kita untuk sekedar memberi seteguk air kehidupan?

Saatnya kembali menata setiap relung hati kita, bahwa Allah menitipkan kita kehidupan adalah juga untuk menopang kehidupan yang lain. Tak perlu serakah dengan air kehidupan yang kita punya karena di sana ada seteguk hak mereka yang membutuhkan. Tak perlu sombong dengan kesejukan hidup yang kita rasakan sekarang karena di alam sana belum tentu kesejukan itu akan menjumpai kita lagi. Karena itu berbagilah kesejukan yang kita punya dengan mereka yang masih merasakan kegersangan hidup, seperti hujan yang tak pernah lelah menebarkan aroma kesejukan pada tiap makhluk.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Aku iri…

Aku iri….
kepada dia sang penghamba yang senantiasa didamba
kepada dia sang penguntai kalimat penuh makna
kepada dia sang pemimpi yang tak sekedar bermimpi
kepada dia sang pengais yang tak pernah menangis
kepada dia sang pemberi ilmu yang tak pernah jemu

Apalah diri ini ..
Hanya mampu menjadi penghamba yang selalu mengiba
Hanya mampu mengurai kalimat disaat kumat
Hanya mampu bermimpi dalam bunga tidur
Hanya mampu menjadi pengais dengan mengemis
Dan hanya mampu menampung ilmu tanpa rampung
Dan sampai hari ini, di sini aku hanya bisa iri tanpa mau berdiri

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Sikap Memaafkan ditinjau dari Sudut Pandang Kedokteran

Sabtu, 15 Januari 2011

Memaafkan adalah sikap yang mulia. Semua agama menganjurkan untuk saling memaafkan. Bila mengacu ke ajaran Islam, memaafkan tidak saja sebagai sikap mulia, tapi juga merupakan kewajiban. untuk banyak hal. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam mendorong pemeluknya agar memiliki sifat pemaaf betapapun beratnya. Nabi Muhammad SAW mencontohkan betapa beliau berkali-kali dihujat, dihina, bahkan disakiti. Tetapi bukan dendam dan amarah yang membakar perasaan beliau. Yang keluar dari jiwa beliau justru untaian doa agar orang-orang yang menyakiti itu dibukakan hatinya oleh Allah. Beliau bahkan malah menjenguk menyapa dengan keindahan budi tatkala orang yang menyakitinya tengah terbaring sakit.Al-Quran dengan gamblang menjelaskan;

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22).

Sekarang telah banyak penelitian yang dilakukan untuk meneliti tentang pentingnya anjuran memaafkan tersebut, bukan hanya dari segi agama tapi juga dari berbagai bidang. "Forgiveness research" atau penelitian tentang perilaku memaafkan termasuk bidang yang kini banyak diteliti ilmuwan di sejumlah bidang keilmuan seperti kedokteran, psikologi dan kesehatan. Hal ini karena sikap memaafkan ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan jiwa raga, maupun hubungan antar-manusia.

Ada beberapa penelitian tentang efek positif dari sebuah pemaafan. Di anataranya yang terkemuka adalah Stanford Forgiveness Project yang diketuai Dr. Fred Lushkin. Kita dapat membaca laman Forgiveness for Good yang dia pimpin antara lain :

  1. Telah dilakukan penelitian yang mencoba mencari hubungan antara pelatihan memaafkan (forgiveness training) dan tekanan darah tinggi (Hioertensi). Dipilih 25 partisipan secara acak dilakukan intervensi berupa pelatihan memaafkan selama 8 minggu. Hasilnya: sebagian besar partisipan mengalami penurunan tekanan darah dan meredanya amarah.
  2.  Juga dilakukan penelitian kohort yang melibatkan 259 partisipan. Intervention group diberikan pelatihan selama 6 minggu tentang memaafkan dengan metode Dr.Lushkin dari standford. Hasil penelitian menunjukkan bahwa forgiveness training dapat efektif menururunkan penggunaan kemarahan sebagai cara untuk mengahadapi stres, menurunkan perasaan stres (perceived stress) dan gejala-gejala fisik (physical health symtoms) dari stres.
  3.  Mahasiswa Universitas Stanford berjumlah 55 orang dipilih sebagai partisipan untuk melihat hubungan forgiveness training dengan perilaku marah mereka.

Bernie Siegel dalam karya best sellernya yang berjudul Love, Medicine and Miracles mengajukan sebuah bukti meyakinkan. Sebagaimana ia tulis secara amat percaya diri di halaman 202 bukunya, siegel telah mengoleksi 57 kasus keajaiban kanker. Di mana ke lima puluh tujuh orang ini sudah positif terkena kanker, dan begitu mereka menghentikan secara total dan radikal kebencian, depresinya menurun drastis, dan yang paling penting tumornya mulai menyusut. Sebagai kesimpulan, siegel menulis : "when you give love, you receive it at the same time. And letting go of the past and forgiving everyone and everything sure helps you not to be afraid". ketika anda memberi maaf, Anda juga menerimanya pada saat yang sama. Kemudian kesediaan untuk melepas masa lalu dengan cara memaafkan, secara meyakinkan membantu Anda keluar dari kekhawatiran.

Penelitian terakhir yang dipublikasikan oleh The Christian Science Monitor, sifat memaafkan ternyata memiliki kekuatan luar biasa yang dapat membantu proses penyembuhan suatu penyakit. Dalam penelitiannya, Herbert Benson, Presiden dari Harvard's Mind and Body Medical Institute menemukan adanya tingkat depresi yang relatif rendah pada orang-orang yang memiliki sifat pemaaf. Pada mereka pula ditemukan rasa percaya diri tinggi dan daya tahan tubuh yang lebih kuat."Kemauan yang kuat untuk memaafkan kesalahan diri sendiri dan orang lain dapat mengurangi kegusaran dalam dada yang sekaligus bermanfaat untuk menghilangkan stres," ujar Benson. Ia juga menambahkan, sifat memaafkan sangat membantu dalam upaya penyembuhan segala macam penyakit serius dalam diri kita sebesar 60 sampai 90 persen. Itulah seharusnya para dokter atau therapist selalu memberikan anjuran 'memaafkan' sebagai pengobatan dasar bagi para pasiennya

Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.

Pengaruh memaafkan terhadap kesehatan fisik

Orang yang memendam amarah atau dendam terdapat proses dalam otaknya yaitu amigdala memberikan sinyal yang merangsang tubuh untuk membuat debar jantung semakin kencang, terjadi banjir adrenalin, dan membuat hormon stres lainnya mengalir deras memasuki aliran darah.Adrenalin itu, menurut penelitian belum lama ini yang dilakukan oleh Dr.Jim McGaugh dari universitas California-Irvine, menciptakan kenangan yang lebih kuat dalam otak daripada yang dilakukan oleh hormon keriangan. Ini berarti pengalaman mengerikan "digalakkan berlebihan secara kimiawi" untuk tetap melekat pada diri kita untuk waktu yang lebih lama daripada penglaman yang menggembirakan.

Apabila amigdala sangat aktif, jalur saraf negatif di otak kita melebar. pikiran kita sarat oleh pikiran negatif, dan kita cemas, terus-menerus membayangkan kejadian yang tidak kita inginkan terjadi, menciptakan kegelisahan dan perasaan tidak bahagia dalam hidup kita. kita menghantui diri sendiri dengan cerita-cerita dari Keyakinan lama dan Membandel.

Dr.Luskin mengatakan : kemarahan yang berkepanjangan atau tidak terselesaikan adalah sepertti kita men-set thermostat (alat untuk mengatus suhu--seperti yang ada pada alat pendingin atau AC) yang ada di dalam tubuh kita. Apabila kita biasa dengan tingkat kemarahan yang rendah sepanjang waktu, maka tubuh kita akan normal. kemarahan tadi menyebabkan terjadinya aliran adrenalin terus-menerus. Dan orang ini akan terbiasa secara fisik terhadap keadaan ini. aliran adrenalin yang terus-menerus ini membakar tubuh kita. yang mengakibatkan kesulitan dalam berfikir jernih.

Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.

Taufik Pasiak dalam bukunya yang berjudul "manajemen kecerdasan" menguraikan bahwa beberapa penelitian di bidang psikoneuroimunologi telah menemukan bahwa kesulitan dalam hal maaf-memaafkan berkaitan erat dengan beberapa penyakit, seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan stres. Seorang yang sulit memaafkan biasanya memiliki serangkaian sifat lagi yang saling berkaitan erat. Ia bisa mudah marah, mudah bermusuhan, pendendam, dan sulit bekerja sama. Jika menjadi menahun, sifat-sifat ini dengan mudah menghancurkan tubuh manusia melalui mekanisme yang disebut HPA (Hypothalamus-Pituitary-Adrenal) axix. Mater kelenjar hipotalamus ini akan bereaksi terus-menerus mempengaruhi kelenjar hipofise yang terletak di bagian tengah otak, dan akhirnya melalui pelepasan, sejumlah hormon mempengaruhi kelanjar anak ginjal (adrenal). mekanisme ini merupakan alat untuk membentuk hubungan tubuh (fisik) dan pikiran. Artinya, pikiran kita dapat mengontrol tubuh melalui aksis HPA ini.

Raut wajah, daya hantar kulit, dan detak jantung termasuk yang juga diteliti ilmuwan dalam kaitannya dengan sikap memaafkan. Sikap tidak memaafkan memiliki tingkat penegangan otot alis mata lebih tinggi, daya hantar kulit lebih tinggi dan tekanan darah lebih tinggi. Sebaliknya, sikap memaafkan meningkatkan pemulihan penyakit jantung dan pembuluh darah

Pengaruh Memaafkan Terhadap Kesehatn Jiwa

Selain kesehatan raga, orang yang memaafkan pihak yang mendzaliminya mengalami penurunan dalam hal mengingat-ingat peristiwa pahit tersebut. Dalam diri orang pemaaf, terjadi pula penurunan emosi kekesalan, rasa getir, benci, permusuhan, perasaan khawatir, marah dan depresi (murung).

Di samping itu, kajian ilmiah membuktikan bahwa memaafkan terkait erat dengan kemampuan orang dalam mengendalikan dirinya. Hilangnya pengendalian diri mengalami penurunan ketika orang memaafkan dan hal ini menghentikan dorongan untuk membalas dendam.

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres.

Jelaslah bahwa anjuran untuk memaafkan seperti yang telah difirmankan oleh ALLAH.SWT dalam Al Quran sangat bermanfaat bagi kita khususnya dalam kesehatan. Jadi, Kalau mau lebih sehat, belajarlah memaafkan dari sekarang dan jangan menyimpan amarah atau dendam dalam hati. Semoga kita semua bisa lebih dekat kepada-Nya dengan perilaku memaafkan.amin


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Terperangkap dalam sebuah kemalasan

Setiap detik yang berlalu, hanya menyisakan penyesalan demi penyesalan
Menyesal karena tak bisa menggunakan dg sebaik-baiknya
Menyesal karena belum bisa melawan rasa malas dan futur
Yah, dan memang penyesalan selalu datang terlambat
Haruskah aku menyalahkan mereka
Mereka yang telah membuatku candu
Twitter, facebook dan kawan2nya telah merampas waktu berharga ku
Waktu bersama Tuhan ku, waktu bersama keluargaku, waktu bersama kawan2ku
Dan waktu bersama buku2ku
Komitmen kini hanya tinggal komitmen yg tidak pernah terealisasi sempurna.
Rencana demi rencana yang tersusun rapih berakhir dg berantakan
Dimanakah kedewasaan sikap yg tertutupi oleh kedewasaan usia?
Kapan aku bisa mulai disiplin dg waktu, disiplin dg keadaan
Kapan aku bisa menjaga komitmen
Ataukah pada akhirnya aku harus selalu menjadikan “bosan” sebagai kambing hitam
Kadang timbul rasa mumet di otak,
Bagaimana bisa melawan semua ini,
Haruskah Allah menampar ku duLu?
Membangunkan aku dari tidur panjangku
Tidur panjang yng penuh kemalasan
Memang hanya tekad kuat untuk berubah yang bisa membangunkan aku
Ataukah mungkin persoalan demi persoalan yang telah menggumpal di kepalaku
Hingga menyumbat rasa semangat
Sampai kapan aku harus begini
Kapan aku bisa konsisten,
Kapan aku punya pendirian teguh,
Mungkin ini akibat dari selalu lari dari masalah
Sampai kapan aku harus seperti ini
Kadang aku merasa sepi ditengah keramaian.
Ya Allah tolong hamba, bangkitkan semangat hamba yang menggebu2 itu
Ampuni hamba ya Allah…

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rindu

“Rindu” mungkin inilah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan ku di malam minggu ini. Rindu kepada kalian 29 orang sahabat terbaik dan terhebat yang pernah kumiliki. Sangat bangga pernah menjalin persahabatan begitu indah dengan kalian.
Tidak terasa ya udah hampir 3 tahun kita berpisah. Tapi benih2 kasih sayang itu masih tertanam di dalam hatiku. Jujur selama 3 tahun ini aku merasa ada ruang kosong yang duLu pernah terisi oleh kalian. Aku yakin mudah bagi kalian untuk menemukan pengganti sahabat yang tentunya jauh lebih baik dan lebih hebat. Namun, tidak bagi aku kawan… sangat sulit menemukan sosok2 seperti kalian di sini.

Tiga tahun sudah waktu ini membatasi langkah ku untuk mendekap kalian. Ingin rasanya kembali membagi beban di pundak ini untuk bersama-sama kita pikul. Tau kah kau kawan, aku seorang diri di sini memikul semua beban ini.

Malam ini mungkin perasaanku terlalu galau dan rapuh. Namun, ini tak lebih hanyalah gambaran kerinduan yang aku rasakan pada kalian. Kerinduan yang sudah begitu membuncah dan hanya bisa kuungkap melalui tulisan dan tetesan air mata.
Terlalu lebay memang,, tapi kau tau sendiri kan kawan kalau aku memang seperti ini. Tak banyak yang bisa mengerti aku namun kalian 29 orang terhebat yang selalu bisa membuatku nyaman ada di dekat kalian.

Aku banyak menemukan orang baru di sini tapi tetap tak bisa menggantikan posisi kalian. Walau ku tau kini hadir orang-orang baru di sekitar kalian namun ijinkan aku untuk tetap menjaga perasaan sayang, senasib dan persaudaraan yang sudah terlanjur tertanam di dalam qolbu ku. Terlalu indah ukhuwah yang pernah kita bina sehingga terlalu sulit rasanya untuk melupakan semuanya.
U were being my best friends yesterday, U are my best friends now, and will be my best friend everafter.

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Stop kekerasan pada anak!!

Jumat, 07 Januari 2011

Hari rabu kemarin selepas sholat magrib di salah satu masjid, saya dan teman bergegas keluar dan mencari sandal di teras masjid. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras dan membuat saya spontan menoleh ke arah timbulnya suara itu. Saat kepala saya menengok ke kanan, alangkah kaget saya yang saat itu masih berdiri tegak di teras masjid ketika melihat seorang bapak yang lewat di depan masjid sambil memukul anak laki-lakinya berulang-ulang. Anak laki-laki itu kira-kira berumur 7-9 tahun. Bapak itu memukuli anaknya berulang-ulang dengan menggunakan telapak sandal karet. Dia memukul berulang-ulang di bagian belakang kepala kemudian ke punggung. Astagfirullah… saya tidak sanggup menyaksikan pemandangan itu dengan spontan menjerit dan menutup muka dengan kedua tangan saya. Anak itu awalnya tampak mencoba tegar dan tidak menangis namun setelah dihantam berulang-ulang oleh ayahnya dia mulai berteriak menangis. Tidak bisa dibayangkan betapa sakit batin anak itu. Saya tidak tau apa alasan bapak itu memukuli anaknya. Namun, bagi saya alasan apapun itu tidak bisa dibenarkan jika sampai harus dipukul separah itu. Sungguh… ini pertama kalinya saya melihat seorang bapak yang tega melakukan kekerasan sedemikian rupa kepada anaknya. Orang-orang yang menyaksikan juga tidak bisa berbuat banyak, ntahlah apa yang ada di pikiran mereka.

Kejadian itu sangat berbekas di dalam ingatan saya. Kok ada ya bapak yang setega itu?. Yang kemudian menjadi pertanyaan saya bagaimana nasib anak itu ketika besar nanti? Bagaimana pertumbuhan mental dan psikologinya kelak? Ahh.. semoga kamu baik-baik saja adik dan tidak menyimpan sedikit pun dendam kepada bapakmu. Saya teringat ayah di rumah, sampai sekarang saya berumur 20 tahun tidak pernah sekalipun beliau memukuli saya. Alhamdulillah Robb..

Anak yang dihukum dengan kekerasan memang akan patuh kepada orangtuanya dalam waktu sementara atau jangka pendek tapi tidak untuk jangka panjang. Mendidik anak emang susah, tapi jangan main fisik dong pak. Tidak bisa dipungkiri emang, kalau banyak faktor yang bisa mendorong si bapak melakukan kekerasan pada anaknya. Mungkin saja dia lagi capek abis pulang kerja dan si anak bandel. Tapi sekali lagi pak.. ini sama sekali nggak bisa dipakai sebagai pembenaran untuk memukuli si anak. Masih banyak cara yang lain untuk menghukum dia tanpa harus merusak fisik dan mentalnya. Bekas luka fisiknya mungkin bisa saja hilang dalam beberapa hari tapi luka batin yang ia rasakan akan berbekas seumur hidupnya.

Anak yang sering dipukul akan sangat mempengaruhi kondisi psikologisnya. Bayangkan saja saya yang hanya melihat kejadian itu merasa geram dan takut nah gimana dengan anak itu yang memang merasakan secara langsung, pasti sangat tersimpan jelas dalam memorinya. Banyak sekali dampak negatif yang bisa terjadi pada si anak jika sering dipukul salah satunya adalah si anak bisa menjadi kurang pandai.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Murray Strauss dari Universitas New hamphshire, AS menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang sering mendapat perlakuan keras dari orangtuanya memiliki tingkat intelegensi (IQ) yang rendah. Bahkan mereka akan mengalami kesulitan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Demikian klikdokter menulis

Dari penelitian itu ditemukan bahwa semakin sering anak mendapat kekerasan, maka pertumbuhan mentalnya juga akan terlambat. Bahkan jika ditinjau dalam ruang lingkup yang lebih luas ditemukan bahwa sebuah Negara yang mempunyai tingkat kekerasan pada anak tinggi maka banyak ditemukan anak yang ber-IQ rendah di Negara tersebut.
Anak yang sering dipukul akan mudah mengalami stress terutama saat menghadapi situasi yang sulit. Proses pendisiplinan yang terlalu keras dapat menghalangi anak untuk berpikir bebas dan berkreasi sehingga ia tidak terlatih untuk mengeluarkan kemampuannya.

Tidak heran, sekarang kita lihat sangat marak di TV aksi kekerasan dimana-mana, sedikit-sedikit tawuran, emosi yang sangat mudah terpancing. Mungkin bisa dilakukan penelitian, bagaimana masa kecil mereka, mungkinkah ada kekerasan yang mereka peroleh saat masih kecil.
Nah bagaimana seharusnya anak dididik?

Menghukum anak sebaiknya dilakukan dengan tidak menggunakan kekerasan, masih banyak cara positif lainnya yang bisa digunakan. Misalnya dengan memotong uang saku, membersihkan kamar mandi, atau tidak bermain dengan teman-temannya.

Dalam penelitian dengan target 36000 anak yang mendapat hukuman fisik di amerika, disimpulkan bahwa hukuman fisik memang memiliki manfaat yaitu anak akan labih patuh tapi hanya dalam waktu singkat atau jangka pendek. Untuk resiko jangka panjang ditemukan bahwa anak bisa tumbuh agresif. Memang si anak kelihatan cenderung pendiam, tapi jangan coba membuatnya marah karena akan sangat agresif. Anak juga bisa jadi sosok yang antisosial bahkan lebih parah anak bisa menderita gangguan jiwa karena terus merasa tertekan.

Menurut Dr.Syafriani Hasan, psikolog lulusan UI, bahwa seorang anak yang beranjak dewasa agar tidak terganggu kehidupan psikologisnya, orang tua harus mencoba untuk tidak memaksakan hukuman fisik kepada anak dengan cara yang kasar. Yang harus dilakukan orang tua ketika mendapati anak yang nakal adalah dengan menasihati dengan tetap menjaga kontak mata

Saat memberikan perintah pada si anak, sebaiknya mengeluarkan kata dengan tenang dan tidak emosional. Setiap anak sebenarnya punya naluri untuk menuruti apa yang diinginkan oleh orangtuanya. Hanya saja kadang cara yang dilakukan oleh orangtua cenderung membuat si anak menjadi tidak hormat kepada orang tuanya.

Setelah memberikan peringatan untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya anak lakukan, kemudian dia melakukannya berilah pujian secukupnya karena pujian akan memotivasi anak untuk patuh pada orang tua dan berbuat lebih baik. Jika setelah diberi peringatan anak belum juga melakukannya, maka diamkanlah dulu. Jika setelah didiamkan anak melakukan pekerjaan itu, pujilah dia. Jika dia tidak melakukan, disinilah kita menerapkan hukuman tapi bukan dalam bentuk kekerasan.

Kalau menurut saya pribadi, Sebenarnya ketika orang tua memukul anaknya karena bandel, secara tidak langsung itu merupakan pukulan untuk diri sendiri. Siapa yang mendidik dia selama ini? Orang tua bukan. Anak itu bagai kertas putih dan yang mengisi adalah lingkungannya. Kalau orang tua sejak dini sudah mendidik dengan baik dan menanamkan disiplin pada anaknya, saya yakin meskipun diluar sana ia mendapat sesuatu yang tidak baik ia sudah dapat membedakan ini yang baik dan buruk karena orang tuanya sudah membekali lebih dulu. Yang salah jika,saat anak mendapatkan sesuatu yang tidak baik diluar sana, barulah kemudian orangtua kalang kabut dan sampai pada puncaknya akan melakukan kekerasan.

Terakhir, Bagi anda calon orangtua, Belajar untuk jadi orangtua dari sekarang tidak ada salahnya. Agar kelak tidak ada lagi anak-anak korban kekerasan. Anak-anak adalah penerus bangsa ini, jika jiwa dan mentalnya sudah dirusak sejak dini, mau dibawah kemana dan oleh siapa negeri ini nantinya?


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Me Vs My scare

Kalahkan rasa takutmu and u’ll be the winner. Mungkin kamu bukan pemenang dari pertarungan ini tapi kamu sudah memenangkan pertarungan melawan rasa takutmu. Kalaupun saya tidak lulus nantinya, saya tetap bangga karena hari ini saya adalah the winner dari pertarungan antara ‘’Me Vs My scare’’
Tugas saya hanya berusaha dan berdoa, masalah hasil itu hak prerogative Allah. Semoga Allah meridhoi langkah dan jalan saya menjadi seorang pengajar.amin 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO