Our friendship

Kamis, 20 Desember 2012

Malam ini, ntah mengapa saat memasuki halaman log in facebook, dengan tanpa sengaja aku mengetik email lama yang itu berarti adalah aku membuka kembali akun facebook lama. Akun yang menyimpan berjuta kenangan tentang aku dan mereka. Sepertinya jemariku sedang berkongsi dengan hatiku. Si jemari tau kalau hati ini sedang merindukan mereka yang di sana, that's why my fingers type my old email on the keyboard. Dan sungguh memang benar kalau aku sangat merindukan mereka. Aku rindu Rida, Ani, dan Nadia.

Biarkan sejenak aku bercerita tentang mereka. Rida, Ani and Nadia are my close friend. They are the friends of mine. Dengan mereka inilah aku menjalani hari-hari, suka duka dan tawa-gembira selama 3,5 tahun. Sehingga, sekarang aneh rasanya menjalani hari-hari tanpa mereka. Aku rindu Rida yang suka galau, rindu Nadia yang suka heboh dan Ani yang rajin belajar. Mereka bertiga benar-benar mengisi hari-hariku selama 3,5 tahun. Aku punya banyak teman yang tentunya sangat baik tapi dengan mereka bertiga inilah aku merasa sangat nyaman. Kita sudah saling tahu kebobrokan kita masing-masing. Akupun tidak segan untuk meminta bantuan kepada mereka begitupun sebaliknya.

Aku sangat merindukan mereka. Tapi rindu itu kan tidak harus selalu disampaikan secara langsung atau by text tapi bisa disampaikan lewat doa dan taukah kalian bahwa aku selalu menyebut nama mereka dalam doaku. Memohon kepada Allah agar mereka diberi kekuatan menjalani hari-hari yang aku tau semakin berat. Aku merindukan mereka hingga harus memimpikan mereka berkali-kali. Pernah suatu waktu aku bermimpi bertemu mereka, aku langsung meluk mereka tapi ekspresinya kaku dan kemudian pergi menjauh. Inikah tanda bahwa mereka sedang marah padaku karena tak pernah sekalipun aku memberi kabar?. Andai kalian tau tentang rindu ini...

Di tengah keramaian ini aku sering merasa sangat sepi. I do miss them. Tapi, bukankah kehidupan harus terus berlanjut, sesulit apapun menjalaninya haruslah bisa dihadapi. Masa lalu kita mendapatkan teman yang sangat baik maka haruslah disyukuri. Aku sangat menyayangi mereka ya Allah. Sampaikan salamku pada mereka. Lewat hati-hati kami titipkanlah rindu itu.

Nadia, Ridha dan Ani percayalah kalian akan tetap selalu dihatiku, dulu sekarang dan selamanya. Nothing can dirturb our friendship. I just need time to say hello again. As soon as possible I'll tell u everything bout me but not today. :)


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Aku tetap merindukan mereka dengan segala keanehan ini

Jumat, 07 Desember 2012

Persahabatan, suatu kata yang aku hampir lupa apa maknanya. Setelah beberapa bulan melepas semuanya, pergi tanpa meninggalkan jejak, kini aku sepertinya lupa seperti apa persahabatan itu. Aku yang dalam tidur selalu memimpikan mereka, aku yang dalam doa selalu menyebut nama mereka, aku yang selalu membayangkan hari-hari indah bersama mereka, hingga hari ini masih malu untk sekedar menyapa atau untuk sekedar memberi kabar. Aku malu pernah menjadi sahabat yang berkhianat, aku kini merasa sebagai orang asing. Sejujurnya dari lubuk hati terdalam aku sangat merindukan mereka, ingin memeluk mereka, berbagi kesedihan dan kesusahan tapi kemudian aku kembali berkaca pada diri sendiri. Sebodoh itukah aku dahulu, pergi tanpa pamit, aku anggap apa mereka sampai harus melarikan diri. Bukankah seharusnya mereka yang paling pertama kuberitau tentang semua rencana itu.

Sampai hari ini, aku belum berani menyapa mereka kembali. Bukan karena tidak ingin lagi bersahabat, tapi sepertinya aku butuh waktu untuk menebus semua kesalahan itu. Aku dengan segala keanehan yang melekat pada ego ku ingin menyendiri dalam sepi. Percayalah, suatu hari aku ingin menyapa mereka kembali. Anggaplah ini sebagai hukuman untuk diri sendiri yang pernah menjadi sahabat yang jahat. Lubuk hati terdalam sangat merindukan mereka, tapi ego ku selalu menahan diriku untuk hanya sekedar mengirim sms. Biarkan ini menjadi hukuman untuk seorang sahabat yang tak setia sepertiku. Aku yakin ini akan mengajariku tentang apa makna dari sebuah persahabatan. Sometimes, you don't realize how badly you miss someone till you cry in your pray.

Terkadang aku sendiri pun tak mengerti dengan diriku sendiri, mengapa harus dengan cara seperti ini. Mengapa tak menjalani saja dengan normal, tidak harus seperti ini. Tapi.. harus kau tau bahwa terkadang aku memang berada di zona yang seseorang pun tak ada yang mengerti zona itu. Sebuah pendirian yang terkadang orang lain tak mengerti dan tak tau bagaimana memahaminya. Aku dengan dengan segala keanehan itu, biarlah dimengerti oleh diriku sendiri. Tak peduli, ada suara sumbang berkomentar, aku akan tetap pada kepribadian aneh ini.

Dan di sini, masih dengan keanehan ini, aku juga masih dan akan tetap merindukan mereka. Mungkin bukan sekarang waktu yang tepat untuk menyapa. Tunggulah, hingga aku keluar dari zona ini. Zona yang terus membungkamku untuk tetap diam, untuk tetap berjalan di lorong yang sepi, zona yang kau, dia dan bahkan mereka tidak bisa mengerti. Aku akan selalu merindukan mereka dengan segala keanehan ini. Ingin selalu mengenang mereka dalam mimpi dalam doa dan dalam ingatan. Tunggulah hingga waktu itu tiba,, hinggasemua akan berjalan seperti biasa lagi, tunggulah... :')


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Di Titik Ini...

Senin, 03 Desember 2012

Percayalah kawan bahwa tak semua yang kita anggap baik, itu baik pula di hadapan-Nya.Begitupun sebaliknya, sesuatu yang kita anggap buruk belum tentu buruk di hadapan-Nya. Terkadang kita terlalu banyak menuntut ingin ini ingin itu. Aku juga dulu begitu, selalu merasa Allah tidak sayang jika ada keinginan  yang tak terkabul. Tapi di titik ini, saya sangat yakin dan percaya bahwa yang Allah telah tetapkan itu pasti yang terbaik. Semua hanyalah masalah hati. Biarkan hatimu ikhlas dan qonaah dengan segala ketetapan yang ada, itu sudah cukup untuk membuatmu bahagia. Terdengar klise memang, gampang ngomongnya tapi aplikasinya susah. Maka disitulah makna ujian dan cobaan terungkap. Kamu tidak akan pernah bisa menjalani semua ini dengan ikhlas jika kamu tidak pernah melewati masa-masa ujian dan cobaan yang berkali-kali membuatmu jatuh. Setelah kamu melewati semua itu, yakinlah kesabaran, keikhlasan dan rasa qonaah itu akan muncul sendirinya dan menempamu menjadi pribadi yang lebih kuat untuk menjalani hidup selanjutnya. Ingat nggak, bahwa Allah saja di dalam Alquran berfirman bahwa kita nggak bisa disebut beriman jika tidak dicoba lebih dulu. So, ketika merasa kesabaran berada di ambang batas, tetaplah berdiri tegap. Sekuat cobaan itu menghempasmu, maka kamu harus dua kali lebih kuat untuk berdiri.

Aku pernah menjalani hidup dengan cobaan yang bertubi-tubi bahkan mungkin sampai hari ini. Pernah berfikir untuk bunuh diri (Ini benar-benar pernah terjadi..) Tapi kemudian aku bilang pada diri sendiri, hey... cobaan itu nggak sebesar dengan Tuhanku yang Maha besar, tidak mungkin Dia memberi cobaan jika tak sanggup aku memikul. dan mulai saat itu juga aku berjanji untuk berdamai dengan hati. Selalu mencoba menyunggingkan senyum walau hati sedang resah hingga tak dapat kubedakan lagi mana senyum bahagia dan mana senyum sedih. Apalagi di hadapan kedua orangtua, aku berjanji dalam hati seberat apapun cobaan itu, aku akan tetap tersenyum di hadapan mereka. Sudah cukup mereka menangis selama membesarkanku, saat dunia terkadang tak bersahabat. Aku tidak akan pernah sedikitpun menunjukkan raut kesedihan di hadapannya karena ku yakin itu hanya akan semakin memberatkan bebannya. Apalagi ibu yang orangnya gampang menangis, aku hanya ingin selalu tersenyum di hadapannya. Sebenarnya, ingin sekali suatu saat bisa jatuh ke pelukan ibu sambil menangis mengeluarkan semua unek-unek yang tersimpan, tapi... lagi-lagi aku berpikir bahwa itu hanya akan menambah keresahannya. 

Di titik ini aku menyadari bahwa selama ini aku terlalu sombong, terlalu menggampangkan banyak hal. Padahal di atas semua itu ada Allah. Manusia hanya bisa berencana tapi Allah jua yang menentukan. Sekarang dalam progress untuk merubah diri menjadi pribadi yang lebih "down to earth". Memanfaatkan sisa usia yang dititipkan Allah untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik. It's life, you can not just choose the best thing. Karena roda kehidupan terus berputar, ada saat kita berada di puncak tertinggi dan sesaat kemudian terhempas jatuh ke dalam jurang. Yahh.. once again "It is life". Ketika berada di atas, bersiaplah karena tak selamanya kamu berada di atas sana, pada saat kamu di bawah yakinlah suatu saat kamu bisa merasakan indahnya berada di puncak kejayaan. 

Di titik ini aku belajar bahwa "some things best left unsaid". Tidak semua hal bisa kita ceritakan ke semua orang karena bisa jadi kata-kata itu justru jadi boomerang buat kita. Yah, tidak semua harus kita pamerkan ke orang lain mungkin tentang jabatan kita, jurusan kita atau apalah yang bisa menjadi kebanggaan kita. Ada kalanya itu harus kita simpan, melepaskan segala embel-embel yang melekat pada diri kita dengan tidak perlu memamerkannya pada orang lain. Untuk diri saya pribadi, saya lebih senang dihargai sebagai diri saya seutuhnya, bukan karena saya ini anaknya bapak ini, jabatan saya begini atau karena saya punya barang ini. Karena yakinlah ketika semua yang kita punya itu menghilang dari diri kita maka hilang semua pula penghargaan orang lain kepada kita.

Terakhir.. di titik ini saya sadar bahwa kunci dari semua permasalahan hidup ini adalah "IKHLAS". yapp.. ikhlas dengan apapun yang kita lakukan atau kita dapat. Hanya dengan ikhlas, hati kita bisa menjadi lebih nyaman. Hanya dengan ikhlas, kita bisa melihat segala permasalahan dari sudut pandang positive. Ketika cobaan terus menerpamu, percayalah sesungguhnya Allah sedang mengajarmu dan menempamu menjadi pribadi yang bisa lebih ikhlas dan qonaah. Percayalah, hidup ini nggak lama kok. Jangan mau dibikin pusing oleh masalah, jangan mau dibuat galau oleh ujian. Jalani saja seperti air mengalir, selesaikan yang harus diselesaikan, jalani yang harus dijalani, yang penting jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Chin up everybody! :) Allah bersama kita..



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Papa serbabisa

Kamis, 04 Oktober 2012

Kali ini, saya ingin bercerita tentang sosok yang sudah banyak berjasa dalam perjalanan hidupku. Sosok yang sewaktu kecil kutakuti, sewaktu dewasa kujadikan sahabat. Di setiap tetes keringatnya terkandung pengorbanan untuk anak-anaknya tercinta. Yah, kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang sosok papa, sosok yang selalu kukagumi dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Bagaimanapun beliau adalah pahlawan dalam keluarga kami.

Saat tulisan ini kubuat, saya sedang berada di atas rumah kayu yang berbentuk panggung. Mengapa dikatakan rumah panggung, karena mungkin bentuknya seperti panggung, disanggah oleh banyak tiang, membuat rumah yang terbuat dari kayu ini tahan dari goncangan angin. Sebenarnya kami tinggal di rumah batu yang cukup luas, namun beberapa bulan yang lalu papa menyambungkan rumah batu kami dengan rumah kayu ini dan jadilah ruangan ini menjadi favoritku. Aku menyebut ruangan ini ruangan serbaguna, karena di ruangan inilah papa menyelesaikan laporan2 kantor, tempat saya membaca, belajar, beribadah. Dan karena ruangan ini bersambung dengan dapur, kami sekeluarga sering makan bersama di ruangan ini. Yap.. Atas ide dari ibu dan eksekusi yang pas dari papa, maka ruang serbaguna ini pun dibuat. Bukan dibuat dengan menyewa tukang, tapi dibuat oleh papa seorang diri. Mulai dari mengamplas papan, menggergaji kayu semua dikerjakan seorang diri. Papa memang dikenal serbabisa. Menjadi tukang kayu, tukang batu, pedagang telur, peternak ayam, petani, koki semua bisa dilakoni oleh papa yang pekerjaan utamanya adalah kepala sekolah disebuah daerah terpencil.

Saya beruntung punya papa seperti beliau. Meski kami sering berbeda paham, utamanya dalam hal pemahaman ilmu agama tapi itu tak mengurangi sedikitpun rasa cinta saya kepada beliu. Teringat di masa kecil ketika itu saya yang masih duduk di bangku SD sepulang sekolah ikut membantu ayah ke kebun memetik buah kakao untuk kemudian dijual kepada pedagang besar. Disitu saya melihat bagaimana susahnya papa hidup mencari sekeping uang. Papa harus memikul beban dipundaknya ketika kami harus pulang dengan membawa kakao yang telah dipetik. Dan ketika sudah dijual, tak serupiah pun masuk ke kantong papa. Semua diserahkan kepada ibu, untuk anak-anak katanya. :')

Dan saat saya menulis ini, papa sedang berada tepat di bawah kolong rumah panggung ini. Beliau sedang memasak buah merica yang dipetik dari kebun tadi sore. Merica-merica itu kemudia akan dicuci dan dijemur untuk kemudian dijual pada pedagang besar. Tidak banyak hasilnya. Tapi cukup untuk tambahan uang keperluan dapur. Ini yang kemudian terkadang membuat saya agak sedikit tersentil jika harus membuang-buang duit terlalu banyak ketika berbelanja mengingat bahwa mencari sekeping uang itu butuh perjuangan.

Di usia beliau yang ke-52 tahun tepat di bulan ini menyadarkan saya bahwa diusianya yang semakin senja, di kala rambut beliau perlahan memutih, saya belum sanggup berbuat apa-apa. Belum mampu membalas jasa dan peluh keringatnya. Hanya doa yang sanggup kukirim dari lubuk hati terdalam agar Allah senantiasa memberikan beliau kesehatan dan kekuatan. 
Tengkyu papa for everything. :')


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Senin, 09 Juli 2012


































Terharu dengan ini..
Tengs Nadia udah rela ngetweet ini..
Walau sebenarnya saya jahat pergi ga bilang-bilang..
Sama sekali nggak ada maksud untuk begitu..
Terimakasih untuk persahabatan yang indah.. :)
Someday we'll meet again.. percayalah..
Akan merindukan semua kegokilanmu,
merindukan logat khas-mu
ahhh.. pokoknya semua deh..
 Seperti rinduku pada sahabat2 yang lain.. *Bighug*

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

I'll always miss you

Sabtu, 07 Juli 2012

Melihat-lihat kembali tulisan-tulisan sebelumnya (P.A.M.I.T part 1 dan part 2) kok kesannya saya agak lebay ya... Hehehe, itu karena terbawa perasaan mungkin. Bagaimanapun pilihan ini sulit. :')

Dan seperti yang saya duga banyak kawan yang tidak terima sy pergi diam-diam. Sebenarnya bukan pergi diam-diam sih karena waktu itu saya masih berencana balik Manado untuk penataran koass. Dalam perjalanan ke bandara saja, tidak ada rasa sedih karena saya yakin masih kembali ke sini. Bagi saya, ini seperti pulang kampung biasa, hanya saja dengan bawaan baju yang lebih banyak karena memang ibu meminta saya untuk membawa pulang semua pakaian. Buku dan barang lainnya masih saya tinggalkan di manado.

Eh tidak dinyanaaa, ternyata saya sudah tidak balik ke manado lagi. Bagaimanapun menyakitkan tidak sempat bertemu dengan kawan2 dekat. Dan paling takut kalau harus bicara lewat telepon atau sms (tako ngoni mo veto.. Hehe) . Akhirnya dengan terpaksa lewat blog ini saja, Maafkan karena ini cara yang tidak etis.. 

Terakhir, beragam reaksi dari kalian mengingatkan saya betapa banyak teman yang mencintai dan menyayangiku. I'll always miss you. :)


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Sajak Perpisahan

Jumat, 06 Juli 2012

Inilah yang selalu kubilang
bahwa hidup adalah perubahan
Tak tau bagaimana laju perputarannya
tapi roda selalu berputar kawan
Dalam setiap perjalanan
kita merantai kisah
suka, duka, tangis, tawa
marah, gembira..
Semuanya berpadu dalam balutan
Persahabatan
Ada kalanya kita berselisih
tapi lebih banyak berbagi kasih
Ada kalanya kita egois
tapi lebih banyak saling mengerti
Ada kalanya kita tak sejalan
tapi lebih banyak kita bergandengan tangan
Jarum jam adalah saksi
berapa waktu telah terlalui
Bulan dan langit malam adalah kawan
semua menjadi kesaksian
betapa berartinya seorang kawan
Tapi hidup adalah perubahan kawan
Sekali lagi kubilang
Seperti aliran air hujan dalam sajak yang kau sukai
Kemana pun alirannya mereka berguna
Begitupun kita
Bagaimana pun perputarannya
menuju pada arah yang sama
: Kebaikan
Hari-hari tak akan sama lagi
nikmati saja perubahannya
kelak kau akan merasa
semuanya menjadi terbiasa
meski tanpa aku lagi…


http://www.celoteh4ti.wordpress.com/







Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Favorit quotes

Kamis, 05 Juli 2012

"Sepahit apapun ‘PIL’ yg harus ditelan, semuanya terjadi atas seijinNYA. Percayalah, semuanya akan menjadi Hikmah & Pelajaran Berharga untuk melangkah menuju kehidupan yg lebih baik di masa yg akan datang" - Galih Setya

"Percayalah, kesedihan adalah hadiah—agar pada saatnya kita dihibur dengan cara paling membahagiakan. Seringkali kita memang dibuat tak mengerti sebab kita memang tak perlu mengerti… sering kali hidup memang harus dilanjutkan dengan cara yang tak kita inginkan… Tapi, percayalah pada waktu: Semua pasti berlalu, yang tersisa tinggal kenangan…" Fahd Djibran
"Di mana pun kita tinggal, impian adalah sesuatu yang harus bisa direalisasikan. Bahwa, di mana pun kita tinggal, ada syukur yang menunggu diucap oleh hati kita. Bahwa, ada alasan mengapa Tuhan menempatkan kita di sini."- Alanda Kariza
Quotes ini menguatkan ku.. 

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Ya Allah hold my hand

Rabu, 04 Juli 2012

Ya Allah, hari ini berderai lagi air mataku,
Hamba yang terlalu lemah ya Allah, hamba yang terlalu loyo
Hamba yang punya mental kerupuk

Hamba mohon ya Allah, jangan bebankan pada hamba sesuatu yang tidak bisa hamba pikul.
Jangan biarkan hamba berpaling darimu atas apa yang terjadi ini
Biarlah keterpurukan ini mengajarkan hamba menjadi orang yang kuat
Menjadi orang yang tidak gampang menangis

Sekuat hati hamba mencoba tegar dan tak menangis
Tapi apa daya, mental dan jiwa ini terlalu lemah
Setegar karang hamba coba untuk berdiri
Namun, ombak ini terlalu kuat sehingga membuat pijakan saya tumbang

Alangkah indah bila diri ini bisa ikhlas menerima cobaan
Alangkah tenang rasa jiwa jika pribadi ini mulai qonaah menerima keadaan
Alangkah bahagianya jiwa jika rasa dan logika bisa seiya sekata

Berjuang sampai maximal itu sebuah keharusan,
Berjuang hingga titik penghabisan adalah sebuah kerja yang indah
Namun, jangan lupa bahwa setiap perjuangan tidak selalu berakhir indah
Terkadang ada hal-hal yang kita perjuangkan ternyata berakhir tragis dengan penuh tangis
Tapi... Itulah hidup, inilah hidup
Yang sebenarnya hanya sebentar akan kita pijak
Inilah kehidupan dengan segala warnanya..
Sedih-gembira, suka-duka, baik-buruk, siang-malam
Allah sudah menuliskan semuanya dalam lauh mahfudz
Semua sudah ditakdirkan,
Hanya saja memang ada hal-hal yang bisa berubah jika kita berusah mengubahnya

Kata Allah hidup ini hanya tempat bermain
Hidup ini hanya sementara
Jadi mengapa harus menangisinya?
Bukankah kehidupan di alam sana yang perlu kita tangisi?

Kita terkadang merasa bahwa diri kitalah yang paling susah
Terkadang kita merasa paling merana, paling berduka
Padahal diluar sana, begitu banyak orang yang untuk makan saja susah.
Satu hal yang mungkin lupa saya syukuri, bahwa Allah telah banyak sekali mengabulkan doa-doa saya, tapi mengapa saat sekali saja Allah tidak mengabulkan, saya merasa ingin menyalahkan-Nya. Padahal setiap manusia itu punya ujian masing-masing dan yakinlah bahwa Allah akan menguji sebatas kemampuan kita.

Mungkin sudah saatnya saya mulai belajar ikhlas
Sudah saatnya saya mengikhlaskan ini semua,
Sambil terus berjuang hingga poin terakhir
Satu yang paling harus saya persiapkan adalah mental dan iman
Hari ini terbukti bahwa iman saya masih sangat lemah,
Mental saya masih serapuh kerupuk goreng
Yang dengan disentil sedikit saja oleh Allah, rasanya dunia sudah mau kiamat
Padahal setiap ujian dan cobaan, menyimpan beribu2 hikmah yang siap untuk dipetik

Apakah ada yang paling indah selain yang telah ditetapkan oleh-Nya?
Saya yakin tidak ada..
Hadapilah semua ini dengan mengerahkan seluruh potensi terbaik
Kerahkan seluruh kekuatan untuk meraih yang kita impikan

Hidup ini memang terasa sangat sulit
Terasa sangat berat,
Namun, Allah tidak pernah tidur bukan?
ALLAH itu senantiasa mendengar doa hamba2nya
Mendengar segala keluh kesah kita,
Melihat sejuh mana kesbaran kita.

Mnusia biasa memang terkadang berada di luar kendali
Ketika asanya sudah di titik nadir
Manusia terkadang lupa bahwa apa yang dihirupnya sekarang adalah oksigen pemberian-Nya
Manusia terkadang tak ingat atau pura2 lupa bahwa nyawa yg ia pakai sekarang itu pemberian siapa

Dari ujian dan cobaan ini,
Saya mencoba introspeksi diri,
Bahwa diri ini masih sangat lemah
Masih sangat rapuh
Masih sangat kriuk..

Berharap Allah yang Maha kuasa mau mengampuni semua kesalahanku
Mau menemaniku di setiap duka dan nestapa
Berharap Allah tak meninggalkanku dalam kesendirian ini
Allah I love u
I don't wanna lose U
Allah forgive me for the deep sadness today
Forgive me for all my mistakes
Allah hold my hand

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

Manado, 6 Juni 2012


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Skripsi usai

Selasa, 07 Februari 2012

Skripsi usai... bahagianyaa tak terkira,
masih teringat jelas bagaimana lusuhnya wajahku, basah kuyupnya tubuhku oleh keringat, serta nafas yang tersengal-sengal saat harus berjuang bertemu pembimbing 1 dan pembimbing 2 untuk konsultasi judul. Begitupun ketika aku harus menghadapi berbagai cobaan dan ujian selama skripsi ini, bukan cuma menguras tenaga, waktu dan biaya tapi juga menguras air mata (ini ga lebay loh, ini NYATA). Ah, tapi Allah itu maha pengasih dan penyayang, di saat paling frustasi dalam hidupku, Allah lah satu-satunya yang paling mengerti keadaanku, Allah lah yang membuatku kuat dan tegar serta Allah pula tempatku mencurahkan segalanya saat dimana semuanya bosan mendengar curhatanku. Kemudian, Allah menjawab semua doa-doa itu, dan aku mampu menyelesaikan semuanya. Sujud syukurku padaMu ya Robbana


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO