Koass Radiologi

Sabtu, 31 Agustus 2013

Dari beberapa bagian yang telah saya lewati, mungkin bagian radiologi ini adalah salah satu bagian yang berkesan. Bukan karena banyak hal menarik pada bagian ini, justru katanya bagian ini adalah bagian paling membosankan. Bagian ini menjadi bagian yang berkesan diantara bagian yang telah saya lewati karena saya masuk bagian ini benar-benar sebagai kertas kosong. Saya sama sekali tidak punya dasar tentang radiologi ini. Untuk membedakan radiolusen dan radiopak saja masih suka kebalik. Maklum, semasa kuliah dulu saya jarang sekali bahkan nggak pernah mendapat materi tentang ini.


Minggu pertama di bagian ini, jujur rasanya disorientasi banget. Untunglah setiap hari ada materi bimbingan dari residen, jadi kayak mulai lagi dari awal. Diberi materi dasar-dasar radiology sampai tingkatan paling atas. Semasa kuliah saya nggak tau colon in loop itu apa, cuma sekedar baca tapi nggak tau kayak gimana kerjanya, baca fotonya kayak gimana. Alhamdulillah 3 minggu di bagian ini, saya benar-benar kejar target bagaimana caranya agar kertas kosong di otak saya bisa terisi dengan baik. Minggu pertama, kalau ada waktu kosong pasti saya akan ke ruang pembacaan foto, bertanya jika ada yang nggak dipahami. Beruntung residen di bagian ini baik-baik banget, ketika kita bertanya dengan senang hati akan dijelaskan. Setidaknya minggu pertama saya sudah bisa membedakan yang mana foto thorax normal yang mana yang ada kelainan. Setidaknya kertas kosong ini sudah mulai tercoreti.

Salah satu hal yang berkesan selama di bagian ini adalah, pas di minggu saya masuk radiologi, sistemnya berubah drastis. Kalau dulu, tugasnya berupa pembuatan referat, sekarang tugasnya membuat laporan kasus. kalau dulunya nggak ada istilah "jaga" sekarang ada yang namanya jaga sampai jam 9 malam. Awalnya sih rada berat ya, masa di bagian ini ada jaganya juga. Ternyata luar biasa bermanfaat loh, karena ternyata tujuan jaga ini adalah untuk mengajari kami cara baca foto yang benar. Jadi selama jaga, tugas kami mendampingi residen dan pasti dibimbing, jadi bukan untuk disuruh-suruh. Saya sih kalau jaganya kayak gini sampai pagi pun sanggup. Apalagi pas giliran saya jaga itu, konsulen yang jaga adalah konsulen yang paling dewa, kami ditraktir dan diputarkan lagu-lagu penyemangat, walaupun lagunya lagu tempo dulu ya.. haha

Diakhir minggu dua, kertas kosong itu sudah terisi banyak catatan. Kalau dulu gambaran efusi pleura aja nggak tau, Alhamdulillah sekarang jadi tau gambarannya. Sekarang insyaAllah ketika melihat foto thorax sudah bisa melihat kelainannya apakah TB (aktif atau inaktif), Pneumonia, Atelektasis, Emfisema, Pneumothorax, Pneumoperitoneum, dan lainnya. Selain itu sekarang saya jadi tau cara pemeriksaan colon in loop, pemeriksaan HSG, IVP-BNO serta bagaimana menginterpretasikan fotonya. InsyaAllah jauh lebih tau dibanding 2 minggu sebelumnya.

Dan tiba saatnya minggu 3 adalah exam week. Saat dimana kita lagi GG (Gaduh Gelisah) terhadap ujian. Hari senin di minggu 3 diisi dengan presentasi laporan kasus, alhamdulillah berjalan lancar. Hari Rabu kami ujian foto. Malam rabu saya nginap di rumah teman belajar baca foto sampai jam 2 pagi. Hari rabu pagi sebelum jam 7 kami tiba di Rumah Sakit dan Alhamdulillah belajar selama 3 minggu tidak sia-sia. Jadi soal ujian hari itu ada 10 nomor. Setiap nomor terdiri dari 4 poin pertanyaan, jadi di layar ada 1 foto dan setiap 5 menit kita diminta pindah ke meja berikutnya mengamati foto selanjutnya. Saya ingat banget soal nomor satu itu kesannya pneumothorax, meja 2 itu Pneumoperitoneum, yang ketiga TB duplex lama aktif, yang keempat Cardiomegaly, yang kelima Spondylosis, yang keenam Atelektasis, yang ketujuh Efusi pleura, yang ke delapan Bronkiektasis, yang kesembilan Nephrolitiasis dan yang kesepuluh adalah fraktur kominutif 1/3 distal os tibia fibula sinistra. Saat ujian selesai, soalnya dibahas kembali dan alhamdulillah jawaban saya benar semua. Alhamdulillah ternyata kertas kosong itu kini nggak sekosong dahulu. Alhamdulillah

Tapi tadi pas ujian konsulen di depan dokter, ada satu foto yang sama sekali nggak bisa saya baca padahal itu adalah pneumothorax. Itu pertama kalinya saya melihat gambaran pneumothorax yang seperti itu, ntah saya yang ngeblank atau gimana. Tapi dalam hati kecil saya berbicara bahwa selama 3 minggu di bagian ini sudah banyak sekali yang saya dapatkan dan itu sudah jauh dari cukup. Apa jadinya kelak saya jadi dokter terus tidak tau cara baca foto x ray. Walaupun satu nomor itu tidak saya ketahui, tapi saya akan terus belajar, meskipun saya telah selesai di bagian ini insyaAllah ilmunya akan terus saya update dan akan terus saya pergunakan terutama saat di bagian bedah nanti. Alhamdulillah ya Allah bagian ini sangat menyenangkan, meskipun tiap hari hanya melihat hitam dan putih tapi sesungguhnya berada di bagian ini penuh warna. Thanks for my beloved team, walaupun baru kenal tapi mereka baiknya luar biasa.

Diakhir, saya akan menampilkan foto thorax dari pneumothorax. Saya nggak akan pernah lupa gambaran ini. Tadi saya salah karena nggak jeli mengamati gambaran hiperlusen avaskular. InsyaAllah berikutnya nggak lagi. :)
Semoga ilmu selama di radiologi ini berkah. Aamiin ya Allah



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Postingan melow

Jumat, 30 Agustus 2013

#NowPlaying Maher Zain- So soon

Malam ini 23.00 harusnya ini jadwalnya belajar buat ujian besok, but I dunno why, malam ini saya melow banget, bawaannya pengen nangis.

Buka-buka fesbuk lama dan menemukan banyak serpihan-serpihan masa lalu yang saya tinggalkan dengan berantakan. Ingin kembali merapikan, namun sepertinya sudah terlambat. Tapi kan katanya hidup harus berjalan terus ke depan, jangan terus-terusan melihat ke belakang..

Seperti kata Maher Zain "I've got to stop the tears, keep my faith and be strong!"

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Menjadi yang terbaik versi saya sendiri

Jumat, 26 Juli 2013

Prinsip hidupku kini berubah, kalau dulu saya adalah orang yang ambisius dengan ego yang tinggi, sekarang saya merubah semua itu. Saat ini, saya hanya ingin menjadi yang terbaik versi diri saya sendiri. Saya bukan lagi ingin melakukan sesuatu karena ingin bersaing dengan si ini atau si itu. Saya ingin berprestasi bukan karena saya ingin dipuji begini dan begitu. Saya hanya ingin menjadi yang terbaik versi diri saya sendiri tanpa melihat ada embel-embel di belakangnya.

Saya baru saja belajar sebulan terakhir dan hasilnya memang sungguh luar biasa. Saya yang biasanya egois, pelan-pelan belajar untuk tidak egois. saya yang biasanya pelit, mulai belajar untuk memberikan semaksimal yang saya bisa. Saya yang dulunya dengki, kini mulai bisa berlapang hati melihat keberhasilan orang lain. Kini saya menyadari bahwa semua ada jalannya, semua sudah digariskan, sehingga tak ada yang perlu dirisaukan. 


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

kehilangan handphone

Rabu, 22 Mei 2013

Hari ini saya kehilangan hp blackberry yang baru sekitar 4 bulan saya miliki. Kronologi kejadiannya tidak begitu saya ingat, yang jelas tadi sore di angkot saya masih memakai hp tersebut dan saya merasa bahwa saya mengembalikannya ke dalam tas. Ternyata keliru, karena setiba di kos saya tidak mendapatkan hp  di dalam tas.

Reaksi awal saya biasa saja, mencoba tenang dan berpikir positif. Kemudian berintrospeksi diri bahwa akhir-akhir ini saya memang jarang bersedekah, terkadang niatan bersedekah itu ada tetapi tidak terealisasi. Mungkin lewat kejadian ini, Allah mengingatkan saya untuk selalu ingat bersedekah baik itu di kalah susah terlebih di saat senang. 

Saya berdoa pada Allah, jika hp blackberry itu baik bagi saya maka saya memohon dikembalikan, tapi jika ternyata tidak maka saya akan berusaha mengikhlaskannya. Saya selalu percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti ada alasannya "everything happen for a reason". Termasuk kehilangan hp ini, saya jadi mengintrospeksi diri untuk bisa menjadi lebih dermawan serta saya yakin bahwa Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik.

Saya sadar selama ini, waktu saya terbuang banyak karena blackberry, ini harus saya instrospeksi. Ada banyak hikmah dibalik setiap musibah. Saya senang karena Allah masih menegur saya di dunia. Saya tidak boleh marah jika hp ini hilang karena sesungguhnya ini adalah hak-Nya dan saya hanya dititipi oleh-Nya. Tidak ada yang kekal di dunia ini. 

Sebenarnya hp ini sudah pernah hilang sebelumnya, tapi alhamdulillah waktu itu ditemukan oleh seorang tukang becak-motor yang juga penyandang tunawicara. Tapi dengan segala keterbatasan fisiknya, bapak ini punya hati yang jujur yang mungkin mengalahkan orang-orang normal. Hp yang hilang itu kembali utuh ke tangan saya. Waktu itu Allah juga mengajarkan saya tentang arti kejujuran dan pentingnya untuk terus bersyukur.

Saya berdoa, agar orang yang menemukan hp ini dibukakan pintu hidayah dan hatinya untuk berbuat jujur. Kalaupun tidak dikembalikan, semoga hp saya digunakan untuk hal-hal baik Saya yakin, jika itu masih rejeki maka insyaAllah akan kembali ke tangan saya. Aamiin




Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Rasa Ini

Senin, 06 Mei 2013

Selalu saja rasa itu hadir, sebuah rasa yang tak pernah bisa kujelaskan. Jangan salah paham, karena saya tidak sedang bicara tentang rasa cinta. Di sini saya bicara tentang sebuah rasa, yang terkadang aku hanya menyebutnya rasa tak enak. Seandainya ia bisa dicicipi mungkin rasanya pahit, andaikata baunya bisa dicium mungkin bau busuk. Rasa yang tak bisa aku jelaskan ini selalu dan selalu datang walau sudah sekuat hati aku menghalaunya. Ketika rasa ini datang maka aku akan segera memalingkan pikiranku, sekedar mencari hiburan atau membuat kesibukan lain. Yang jelas, ketika rasa itu datang, rasanya aku tak sanggup hidup di hari esok.

Andai saja bisa kujelaskan rasa apa ini, tentulah aku bisa sedikit lebih lega. Sebuah rasa yang tak kutau mencari dimana solusi pemecahannya. Hany sebuah rasa yang sebenarnya tak penting untuk dirisaukan. Tapi selalu saja, rasa itu datang menghancurkan pertahananku. Apakah rasa itu tentang sebuah ketakutan? bisa kusebut iya namun bisa juga tidak, ataukah tentang sebuah rasa kecewa? bisa iya bisa juga tidak, lalu apa? ataukah sebuah rasa yang merupakan akumulasi dari berbagai rasa yang ada? aku tak mengerti di sini gelap.

Lantas lewat apa rasa ini bisa kujabarkan jika lewat tulisan inipun aku tak mampu menjelaskannya. Jika itu hany sebuah rasa yang tak penting, lantas mengapa harus dirisaukan. Tapi bagaimana jika kubilang kalau rasa itu adalah sebuah bentuk kerisauan? Segala sesuatu yang berhasil membuat kita risau bukankah itu sebuah hal yang penting. Tapi jika aku salah menafsirkan bahwa rasa ini adalah sebuah kerisauan,  lalu kusebut apa rasa ini?



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Review Buku Serial Anak-anak Mamak "PUKAT"

Jumat, 26 April 2013


Halo, kesempatan kali ini saya akan mereview sebuah Novel Anak-anak yang sayang sekali kalau  nggak dibaca. Berikut adalah hasil review saya tentang buku ini. Selamat membaca! :)

Buku ini merupakan salah satu dari empat novel serial Anak-Anak Mamak karya Tere Liye. Sebuah novel yang banyak memberikan nilai-nilai moral khususnya tentang kebaikan, kasih-sayang, kejujuran, kekeluargaan dan kesederhanaan yang dibungkus dengan kepolosan, kenakalan, kecerdasan dan keterbatasan anak-anak. Buku ini memuat cerita tentang kisah Mamak dengan  anak-anaknya dimana Pukat menjadi tokoh utama. Ada bagian dari novel ini yang membuat kita tersenyum karena kecerdikan dan kepolosannya serta kagum karena kesederhaan dan rasa ingin tahu  yang begitu tinggi. Adapula bagian dari novel ini yang membuat kita terharu akan cinta kasih seorang ibu. kepada anaknya.

Ia adalah seorang anak umur 9 tahun. Pukat namanya. Ia merupakan anak yang cerdik. Kecerdikannya digunakan ketika suatu hari ia beserta ayah dan adiknya berada di kereta api dalam perjalanan menuju ke rumah pamannya. Ketika kereta yang mereka tumpangi melewati sebuah terowongan gelap, kawanan perampok menjarah barang-barang penumpang. Ditengah suasana gelap nan mencekam itu, pukat menggunakan akal cerdiknya. Saat kawanan perampok itu tepat berada di dekatnya hendak menjarah barang-barang mereka, Pukat dengan sigap menaburkan bubuk kopi ke atas sepatu perampok itu. Saat tiba di stasiun, mereka melaporkan kejadian ini pada polisi. Tentu saja petugas kepolisian dengan mudah menemukan pelaku karena sebelumnya Pukat telah membuat jejak tak terbantahkan pada sepatu perampok itu.

Hari-hari Pukat banyak diisi dengan bermain bersama teman-temannya. Seperti anak desa kebanyakan, mereka senang bermain di alam seperti misalnya berenang di sungai. Ia memiliki seorang teman akrab yang bernama Raju. Mereka berdua sempat bertengkar dan tidak bertegur sapa selama 2 bulan karena sebuah persoalan sepele. Tapi, bukan anak-anak namanya jika berselisih lama-lama. Merekapun berbaikan saat tiba-tiba mereka berdua bersama mengambil makanan yang terhidang di meja pada sebuah pesta.

Nilai kejujuran disampaikan dalam buku ini lewat bab “Kaleng Kejujuran”. Di kantin sekolah ada sebuah kaleng kejujuran yang juga merupakan ide dari seorang Pukat. Jadi, makanan yang ada di kantin dijual tanpa penjaga, jika mau membeli uangnya diimasukkan sendiri dalam kaleng itu. lewat  kaleng kejujuran ini, Pukat dan teman-temannya belajar untuk berlaku jujur. Rasa ingin tau yang tinggi, juga dimiliki oleh Pukat  yang membuatnya bertanya banyak hal. Termasuk sangat penasaran dengan sebuah teka teki yang diberikan oleh Wak Yati, “Apa harta karun di kampung kita ini pukat?”. Sudah banyak jawaban dilontarkan Pukat tapi tak satupun  yang benar. Bertahun-tahun ia mencari jawabannya tapi tak kunjung ketemu.

Cerita yang paling berkesan dalam buku ini adalah ketika suatu hari Pukat melanggar larangan Mamaknya untuk tidak pulang lebih awal dari ladang. Hal ini menyebabkan Pukat dihukum oleh Mamak tidak makan malam dan disuruh tidur di teras rumah. Mamak sangat tegas dan disiplin pada Pukat. Hukuman ini membuat Pukat sangat marah dan benci pada Mamaknya. Efek dari hukuman ini, Pukat jatuh sakit dan demam berhari-berhari. Saat sakit ini, Mamak menunggui pukat berhari-hari bahkan sampai begadang mencemaskan kesehatan Pukat. Hal ini membuat pukat sadar bahwa sesungguhnya Mamak sangat menyayangi dirinya.

Dan benar kata Bapaknya bahwa 
Jangan pernah membenci Mamak kau, jangan sekali-kali, karena jika kau tau sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka kau tau sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta. serta rasa sayangnya kepada kalian

Sosok Mamak dalam buku ini sangat disiplin dan tegas, namun penuh kasih sayang. Hanya saja terkadang, Pukat dan saudara-saudaranya menyalahartikan sikap tegas Mamak dengan menganggap bahwa Mamak membenci mereka. Seperti misalnya saat pagi hari sebelum berangkat sekolah, Mamak akan memaksa mereka menghabiskan nasi meskipun lauknya hanya kecap asin. Belakangan mereka baru paham betapa berartinya setiap bulir nasi setelah mereka di ajak oleh Mamak membuka lahan dan menanam padi. Mamak juga sosok yang sangat anti terhadap perbuatan gibah atau membicarakan kejelekan orang lain. Mulut orang yang membicarakan kejelekan orang lain diumpamakan sebagai pipa pembuangan terkotor seperti yang diceritakan di bab 19 dan 20. Meskipun dibesarkan dalam kesederhanaan, keterbatasan, berbaur dengan kepolosan dan kenakalan., Mamak selalu menanamkan arti kerja keras, kejujuran, harga diri serta perangai tidak tercela. Dan di sini, kasih saying keluarga adalah segalanya. 

Di akhir cerita, 14 tahun kemudian, Pukat yang mendapat kesempatan belajar di Negara Kincir Angin menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halamannya. Belajar di Luar Negeri adalah cita-citanya sejak kecil. Saat pulang itu pula ia  tau jawaban dari teka-teka Wak Yati bahwa sesungguhnya harta karun paling berharga di kampungnya adalah mereka anak-anak kampong itu. Anak-anak yang dibesarkan oleh kebijaksanaan alam, dididik langsung oleh kesederhanaan kampung. 

Buku ini membuat kita terlarut dalam dunia anak-anak yang terkadang tidak pernah terbayangkan oleh kita. Gaya bahasa Tere Liye yang selalu mengena, menasehati secara halus tanpa menggurui tertuang dalam setiap bukunya termasuk yang satu ini. Hanya saja beberapa kalimat menggunakan bahasa melayu sehingga terkadang sulit dicerna. Namun, di atas semua itu, buku ini sangat layak dibaca khususnya anak-anak. Buku ini layak banget idkoleksi sebagai bacaan keluarga. 

Judul buku    : Pukat “Serial Anak-anak Mamak”
Pengarang     : Tere Liye
Penerbit         : Republika
Terbit             : Maret 2010
Tebal              : vi + 351 halaman


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Takut, cemas dan gelisah

Senin, 22 April 2013

Cemas, takut dan gelisah seringkali datang bertubi-tubi menghancurkan pertahananku. Terkadang aku mampu membendungnya lewat dzikir dari mulut kecilku, tapi tak jarang pula aku tersungkur tak berdaya. Padahal, sudah beribu episode kelam terlewati tapi itu sepertinya tak cukup untuk menempa mentalku menjadi sedikit lebih kuat. Lebih sabar, iya, tapi untuk selalu berpikir positif, masih sangat sulit untuk kulakukan. Dalam diamku yang kuanggap itu sebagai bentuk kesabaran, aku masih saja selalu menyimpan pikiran-pikiran dan prasangka negative yang itu justru semakin menambah rasa takut dan gelisahku.


Terkadang aku tak paham, untuk apa dan siapa sesungguhnya rasa takut dan cemas ini ada. Bukankah seharusnya aku bisa lebih berani dan kuat. Karena sesungguhnya ada Allah yang selalu menemani. Tapi, ketahuilah, melawan rasa cemas, takut dan gelisah itu sungguh butuh perjuangan. Aku harus mendobrak rasa itu, bertarung melawannya. Beberapa kali memang aku menang, tapi tak jarang pula aku menjadi pecundang. Pecundang yang terus berjalan di muka bumi, pecundang yang selalu takluk oleh rasa takut.

Belajar? iya, aku masih terus belajar bagaimana cara mengalahkannya. Terus belajar dan berusaha menjadi seseorang yang berani dan kuat. Hanya saja, aku belum pernah benar-benar berhasil mengalahkannya. Selalu ada trauma masa lalu yang menghantui. Selalu takut melangkah dan mengambil keputusan. dan akhirnya memang selalu begitu. Lalu?

I just wanna talk to my self. Bahwa seharusnya tak ada lagi yang perlu ditakutkan, manakala yakin ada Allah yang selalu menolong dan memberi jalan. Bahwa hidup ini hanyalah tempat bersenda gurau. Jadi, tak perlu ada rasa cemas dan takut jika besok Allah masih menjanjikan bahagia. Tak seharusnya aku membiarkan rasa takut dan cemas ini menggerogoti jiwaku, memaksaku untuk tetap tinggal di tempat. Jika saya kalah oleh rasa takut dan cemas ini, lantas kapan saya bisa maju, bukankah cita-cita hanya bisa diraih dengan penuh keberanian dalam melewati rintangan.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Temukan Bahagiamu

Senin, 01 April 2013

Semua orang punya bahagianya sendiri. Ada yang bahagia karena mendapat begitu banyak nikmat adapula yang mengartikan bahagia dengan cara yang simpel. Bangun di pagi huta saat yang lain masih terlelap merupakan kebahagiaan bagi sebagian orang dan merupakan penderitaan bagi yang lainnya. Ada yang bahagia hanya dengan segelas kopi hangat dipagi hari, adapula yang bahagia dengan segelas es teh manis di tengah terik matahari.

Lantas mengapa kita harus membandingkan diri kita dengan orang lain? Kita punya bahagia kita masing-masing. Kita punya cara sendiri untuk tersenyum. Dan ketahuilah, kebahagiaan yang nampak di mata kita belum tentu kebahagiaan yang nyata, bisa saja itu semu. Jadi untuk apa iri dengan yang kita liat. Cukuplah syukuri apa yang ada dalam diri kita, biarkan hati berbahagia sejatuh apapun kita atau seburuk apapun hidup kita. Lihatlah sebuah masalah layaknya sebuah durian. Kelihatannya tajam dan menusuk, tapi jika kita mau bersabar membukanya, akan kita dapati rasa yang begitu nikmat

Jangan pernah membandingkan apa yang kita punya dengan apa yang orang lain dapatkan. Hidup ini sudah ada jatahnya, dan sebagai orang yang beriman, yakinkan hati bahwa Allah itu maha Adil. Karenanya, memilih untuk mencari bahagia kita sendiri lebih baik ketimbang memikirkan bahagia yang didapatkan orang lain.

Semua sudah ada jalannya, semua sudah diatur oleh-Nya. Akan ada masany kita akan berterimakasih akan hadirnya masa2 sulit. Ada masa, kita akan terkaget2 mendapati diri kita berada di suatu titik yang kita rasa bahwa kita jauh lebih baik karena pernah melewati ujian2 itu. Semuanya hanya masalah waktu, cepat lambat atau sangat lambat ujian itu akan terlewati. Hanya butuh kesabaran tanpa batas karena bukankah Allah menjanjikan pahala tanpa batas untuk orang-orang yang bersabar. Maka, kesabaran kita pun sudah seharusnya tanpa batas.

Air mata seringkali tak terbendung manakala ujian itu membentur kita berkali-kali. Sampai kita terpelanting sakit. Tapi, kekuatan imanlah yang membuat kita kokoh bertahan. Air mata boleh jatuh tetapi setelah itu harus bangkit lagi. Anggaplah itu sebagai cara kita meredam emosi. Menangis masih jauh lebih baik ketimbang mengomel dan protes sana sini pada Allah. Kalaupun ingin protes atau mengeluh, ungkapkanlah dalam doa. Karena tidak ada guna kita mengoceh di hadapan manusia yang sama sekali tidak bisa membantu kita. 

Temukanlah bahagia kita ditengah cobaan hidup yang menghimpit, karena sekecil apapun itu, pasti ada hal2 yang bisa kita syukuri. Carilah cara agar kita bisa tersenyum disela2 air mata yang selalu jatuh tak terbendung, jika masalah yg kita hadapi tak kunjung menemui jalan keluarnya bertahanlah. Akan ada hari dimana Allah mengirimkan cara untuk kau bisa keluar dari sana. Mungkin saja Allah sedang menempa mentalmu, karena apa yang ada di depan sana jauh lebih berat.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

I’m a badminton lover

Senin, 11 Maret 2013


Kalau sebagian besar orang rela begadang demi nonton bola maka gue rela begadang demi badminton. Yeah. Gue berani bilang bahwa I’m a badminton lover yang sudah mendekati adiksi. Gue dikit lagi masuk dalam zona kecanduan nonton bulutangkis. Gak tau mengapa, tetapi memang gue sangat mencintai olahraga yang satu ini walaupun yah gue pribadi gak jago jago amat bulutangkisnya, taunya serpis doang abis itu gak bisa ngeblok kalau lawan nyemes.

Sepertinya ke-hectic-an saya tentang olahraga tepok bulu angsa ini semakin menjadi-jadi khususnya di minggu ini, minggu dimana All England diselenggarakan. Berhubung laptop ga ada, sementara tablet gue jg ga mendukung flash jadilah tidak bisa live streaming. But, sebagai badminton lover ga akan habis ide, setiap hari memantau live score di linimasa tweder. Ikutan tegang saat live scorenya agak kejar-kejaran di poin-poin kritis apalagi kalau harus terima kenyataan tim Indonesia kalah nyesek (oksigen mana oksigen). Kebayang gak tuh, mantengin livescore di temlen twitter aja tegangnya minta ampyun gimana kalau nonton langsung, gw bisa teriak-teriak (eits tapi itu dulu sebelum gue tau kalau cewek itu ga boleh teriak kenceng2, ga boleh ngakak maksimal). Walaupun  agak kurang seru gitu ya pas Indonesia nyemesh saya harus stay cool di nada M alias Mingkem. Walaupun mingkem, tangan tetap mengepal keudara dan sesekali keceplosan tereak kenceng *Kemudiandimarahitetangga*.

Sejak awal All England gue terus ngikutin beritanya. Mantengin linimasa karena pasti para admin-admin keceh nan gila bulutangkis sedang gentayangan di linimasa pas tim Indonesah main. Semakin hectic dan selalu menunggu pertandingan selanjutnya karena di All England ini banyak kejutan. Gue yang udah pesimis pas liat draw Lindaweni yang ketemu Wang Yi Han di babak 1 ternyata dikejutkan oleh kemenangan dan keberhasilan Liwen meruntuhkan tembok China yang sekaligus peraih Silver Medal di Olimpiade taon lalu. Kemudian kejutan juga datang dari pasangan yang termasuk favorit gue Pia/Kido berhasil memukul mundur pasangan Denmark tante Pedersen. Ga berenti sampe di situ, pasangan keceh Rijal/Debby juga bikin surprise (kalau yang ini gue ga mantau live score, tapi pas bangun langsung buka situs bwf dan jelas terpampang nyata di sana kalao rideb berhasil mengeramasi pasangan neraka nan tangguh Xu Chen/Ma Jin). Dan masih banyak kejutan-kejutan lainnya. 

Puncaknya semalam pas final, gue begadang pemirsah ditemani nenek gue tercinta yang usianya udah 70 tahun tapi juga gilak badminton (kayaknya ada faktor turunan sih yah.. *tsah*). Jadilah kita nonton berdua menyaksikan gimana apik dan menawannya permainan bang owi dan ci butet. And last nite, it was a best moment karena ga sia-sia begadang nonton final All England 2013 coz our mixed double mas towi dan ci butet menang. Yeiyyyy… tetap di nada  M. Dan kalau diliat sih mereka menang cukup mudah karena tampil tenang dan focus. Yang gue suka di match semalam karena ga ada kejar-kejaran angka di poin-poin kritis.

Kenapa gue bilang udah mendekati kecanduan badminton, yaiyalah gue ini tipikal orang yang ga kuat begadang tiba-tiba bisa stay up at midnight for watching badminton,bukankah itu suatu yang aneh? Ini untuk yang kesekian kalinya loh ya saya begadag gara2 badminten. Udah gitu, gue rajin banget stalking akun-akun para pecinta bulutangkis. Rajin ngecek instagram karena di sana juga banyak idola gue para pemain bulutangkis. Nggak ketinggalan negcek situs BWF dan PBSI serta blog duaribuan, takut ketinggalan  info. Hahaha. Oh iya dan tentu saja ngecek youtube buat liat video-video pertandingan yang diupload. Gilaaa, seharian kerjaan gue Cuma ini…

Udah ah, pengen tidur, sekarang udah pukul 10, semalam kan abis begadang so I've got to go bed ealier tonite. Tengkyu for reading my absurd writing. :)) Salam Olahraga!


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Saya si pelupa

Rabu, 20 Februari 2013

whoa! what a day

Pagi tadi saya sedang asyik duduk di atas sebuah angkot, ketika tiba-tiba saya menyadari bahwa saya sedang lupa sesuatu. "Ahhh... tidak mungkin" panik dalam hati sambil meraba2 isi tas berharap menemukan sesuatu yang sedang dicari. Semakin panik karena yang dicari memang tak kinjung ketemu. sekali lagi merogoh isi tas dan yah saya harus pasrah pada kenyataan bahwa kali ini saya kalah lagi, kalah pada sifat pelupaku. "owh tidak, saya lupa bawa dompet. harus bagaimana ini?" berusaha memasang wajah tidak panik agar seisi angkot tidak curiga sambil memutar otak bagaimana caranya saya bisa membayar duit angkot. Dengan sigap kemudian saya meraba saku rok, hoh rupanya saku agak tebal semoga ada pencerahan. Ternyata yang membuat tebal saku rok ku adalah kunci rumah dengan gantungannya. hiks, tapi saya tidak patah semangat, masih mencoba mengaduk2 isi saku rok hingga bagian terdalam. Dan yak, nemu duit empat ribu rupiah.. (seperti menemukan air ditengah gurun sahara). etapi kemudian, duit 4000 ini hanya cukup buat bayar ke tempat tujuan, lantas pulangnya pagimane?. Kembali memutar otak, nemu beberapa solusi. Akhirnya saya memutuskan untuk nyetop angkotnya dan memutuskan pulang ke kost-an buat ngambil dompet.

Kemudian saya turun dan membayar 3000 rupiah pada supir angkot, tersisa 1000 rupiah buat bertahan hidup. Saat2 seperti ini tuh kerasa banget bagaimana berharganya duit 1000 rupiah. padahal kalau mau beli sesuatu terkadang tak terpikirkan. Masalah tidak berhenti di sini. Saya memikirkan 2 alternatif solusi buat pulang ke kost-an. Pertama naik ojek kemudian bayar di tempat tujuan. Alternatif kedua naik taxi dan juga bayar ntar di kost-an. Jadilah saya mejeng di pinggir jalan yang mendung dikit lagi hujan menunggu ojek. Eh ternyata ojek yang ditunggu tak kunjung datang. Mana eyke susah bedain mana tukang ojek mana yang bukan. Tolong gitu yah, usul nih motor tukang ojek itu yang mbok ditaroh gitu tulisan OJEK di atas plat motornya biar ketauan kayak TAXI gitu loh. Biar ga pusing begini.

#Nowplaying Cinta Laura - Mana ujan ngga ada ojek, becek...

Karena abang ojek yang ditunggu tak kunjung menghampiri sementara orang2 yang lalu lalang pada ngeliatin saya. Maka mari kita pindah ke alternatif ke-2, yaitu naik taxi. Beberapa taxi sebenernya udah lewat sejak tadi tapi masih setia menunggu abang ojek. Ketika sedang asyik menunggu abang taxi lewat tiba2 terbayang isi dompet yang tertinggak di kost. ehh pede bener saya mau naik taxi pulang ke kost padahal isi dompet tingga enam rebu.. wakakaka, awkward moment. Dan huahh, putar otak lagi, bagaimana caranya bisa pulang. Agar tidak menjadi pusat perhatian, saya berjalan2 sedikit sambil tetap berharap kali aja ada tukang ojek yang menghampiri. Sesekali meraba isi tas, kali aja gitu ada recehan yang nyelip. Butuh 2000 rupiah lagi buat pulang k kost-an. Dan makin sebel pas liat di dalam tas, semua gadget kebawa, tapi dompet kagak. huwaa... rasanya pengen tak gadaikan dulu tuh tablet. 

Setelah sekian lama berdiri dan tak kunjung menemukan solusi akhirnya saya memutuskan untuk jalan2 lagi. Kali aja gitu tiba-tiba ada pangeran berkuda yang datang menghampiri. hueeekk..

berjalan melewati penjual buah, tiba2 saya ada ide. "Bagaimana kalau saya ngutang aja sama bapak penjual buah itu dua rebu rupiah" gumamku dalam hati. Ada semacam pergolaka batin, "gimana kalau bapaknya ga mau?" kan malu bo', ntar gue dikira tukang minta2 sumbangan. Lama berpikir akhirnya saya memberanikan diri. Tampak seorang bapak (bapak2 tua) yang sudah berusia mungkin sekitar 60 tahun dengan seorang laki-laki (bapak2 muda) yang usianya 30 tahunan. Mungkin itu anak atau menantunya. Mereka sedang menata buah rambutan dan langsat agar terlihat rapih di mata pembeli.

Me : menghampiri sambil tersenyum "Maaf Pak, boleh saya pinjam uang ta 2000, saya mau pulang ke BTP tapi lupa bawa dompet
Bapak tua : dengan mimik heran "hah? mau pinjam uang? dibalikin kapan?"
Me : "InsyaAllah ntar sore pak!"
Bapak muda : langsug buka dompet dan menyerahkan duitnya
Me : giranng "Makasih pak, insyaAllah sebentar saya kembalikan"

Huaaahhhh ;legaaaa

Semoga ini kelupaaan yang terakhir kalinya. Sebenarnya dua minggu yang lalu, saya mengalami kejadian yang sama. dan parahnya waktu itu saya nggak ada duit sepeserpun di saku rok. Beruntung, ada cewek yang baik hati duduk di dekatku saat itu. Dengan wajah innocent, saya bilang "Mba boleh pinjem duit saya lupa bawa dompet" dan dengan senang hati dia meminjamkan. Saya ambil nomor hapenya biar kalau mau balikin duitnya gampang. Soreny diantar abang ojek keliling nyari alamat dia. dan saya sangat sangat berterimakasih padanya.

hossshhhh,,, derita cewek pelupaa



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Pembelajar Kehidupan

Kamis, 03 Januari 2013

Wah ternyata udah 2013, gak kerasa ya? *Padahal dalam hati kerasa banget, bagaimana 2012 itu begitu susah untuk kujalani* Tapi seperti kata-kata orang bijak "Kita gak boleh terus-terusan menoleh ke belakang, ntar nabrak.." dan seperti biasa kata-kata bijak itu selalu gampang dikatakan tapi susah diaplikasikan. It's really hard to apply. Bagaimanapun manusia biasa akan terus dibayang-bayangi oleh masa lalu. Nggak papa sesekali melihat ke belakang untuk mengambil hikmah, mengambil pelajaran dari kesalahan kita di masa lalu. Bukankah kita adalah pembelajar dari sekian banyak kesalahan yang pernah kita lakukan. Allah sudah menciptakan otak untuk menyimpan memory sehingga it's impossible to forget and erase all of our memories. Berbahagialah karena itu berarti anda tidak amnesia.

Sedikit flashback ke 2012, tahun yang menyimpan paling banyak pelajaran, saya tidak menyebutnya sebagai tahun yang paling menyedihkan. Karena di titik ini saya menyadari bahwa dari kesedihan, kemalangan dan cobaan itu saya belajar banyak hal. Hari ini di 2013 saya bisa berdiri tegar, nggak secengeng dulu lagi. Itu karena saya pernah melewati hal-hal paling menyedihkan sepanjang hidupku, berada di titik nadir kehidupan, Saya mencoba menikmati saja dan melewatinya, tidak mencoba untuk sedikitpun melawan karena aku tau Allah punya saat yang tepat untuk menghapus semua kesedihan itu, Allah jauh lebih tau saat kapan doa-doa itu akan dikabulkan.

Di tahun 2012 aku meninggalkan hampir seluruh sahabatku, bagai anak hilang aku terdampar di sebuah tempat. Hari-hari demi hari melawan rasa rindu itu tidaklah mudah. Hari-hari dalam penantian panjang juga bukan suatu hal yang bisa aku lalui dengan mulus. Aku beberapa kali mencoba berdamai dengan hati dan keadaan. Ada hari-hari dimana senjanya aku habiskan untuk galau, ada malam-malam yang aku habiskan untuk menangis. And the only one who knows my real problem and my real sadness is Allah.swt. Kepada-Nya aku menumpahkan segalanya, karena aku mau setiap keluhan dan masalahku hanya kusampaikan pada-Nya.

Dan biarlah itu menjadi pelajaran terindah dalam hidupku. Aku ingin menatap masa depan jauh lebih sering daripada masa lalu. Hidup itu tentang bagaimana kita bisa mengisinya sebaik mungkin. Mengambil setiap hikmah dan pelajaran terbaik yang seringkali disampaikan Allah lewat sentilan kecilnya. Ingin seterusnya menjadi pembelajar yang selalu mau berubah ketika melakukan kesalahan, bukan menjadi manusia yang selalu jatuh pada kesalahan yang sama.


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO