Di Titik Ini...

Senin, 03 Desember 2012

Percayalah kawan bahwa tak semua yang kita anggap baik, itu baik pula di hadapan-Nya.Begitupun sebaliknya, sesuatu yang kita anggap buruk belum tentu buruk di hadapan-Nya. Terkadang kita terlalu banyak menuntut ingin ini ingin itu. Aku juga dulu begitu, selalu merasa Allah tidak sayang jika ada keinginan  yang tak terkabul. Tapi di titik ini, saya sangat yakin dan percaya bahwa yang Allah telah tetapkan itu pasti yang terbaik. Semua hanyalah masalah hati. Biarkan hatimu ikhlas dan qonaah dengan segala ketetapan yang ada, itu sudah cukup untuk membuatmu bahagia. Terdengar klise memang, gampang ngomongnya tapi aplikasinya susah. Maka disitulah makna ujian dan cobaan terungkap. Kamu tidak akan pernah bisa menjalani semua ini dengan ikhlas jika kamu tidak pernah melewati masa-masa ujian dan cobaan yang berkali-kali membuatmu jatuh. Setelah kamu melewati semua itu, yakinlah kesabaran, keikhlasan dan rasa qonaah itu akan muncul sendirinya dan menempamu menjadi pribadi yang lebih kuat untuk menjalani hidup selanjutnya. Ingat nggak, bahwa Allah saja di dalam Alquran berfirman bahwa kita nggak bisa disebut beriman jika tidak dicoba lebih dulu. So, ketika merasa kesabaran berada di ambang batas, tetaplah berdiri tegap. Sekuat cobaan itu menghempasmu, maka kamu harus dua kali lebih kuat untuk berdiri.

Aku pernah menjalani hidup dengan cobaan yang bertubi-tubi bahkan mungkin sampai hari ini. Pernah berfikir untuk bunuh diri (Ini benar-benar pernah terjadi..) Tapi kemudian aku bilang pada diri sendiri, hey... cobaan itu nggak sebesar dengan Tuhanku yang Maha besar, tidak mungkin Dia memberi cobaan jika tak sanggup aku memikul. dan mulai saat itu juga aku berjanji untuk berdamai dengan hati. Selalu mencoba menyunggingkan senyum walau hati sedang resah hingga tak dapat kubedakan lagi mana senyum bahagia dan mana senyum sedih. Apalagi di hadapan kedua orangtua, aku berjanji dalam hati seberat apapun cobaan itu, aku akan tetap tersenyum di hadapan mereka. Sudah cukup mereka menangis selama membesarkanku, saat dunia terkadang tak bersahabat. Aku tidak akan pernah sedikitpun menunjukkan raut kesedihan di hadapannya karena ku yakin itu hanya akan semakin memberatkan bebannya. Apalagi ibu yang orangnya gampang menangis, aku hanya ingin selalu tersenyum di hadapannya. Sebenarnya, ingin sekali suatu saat bisa jatuh ke pelukan ibu sambil menangis mengeluarkan semua unek-unek yang tersimpan, tapi... lagi-lagi aku berpikir bahwa itu hanya akan menambah keresahannya. 

Di titik ini aku menyadari bahwa selama ini aku terlalu sombong, terlalu menggampangkan banyak hal. Padahal di atas semua itu ada Allah. Manusia hanya bisa berencana tapi Allah jua yang menentukan. Sekarang dalam progress untuk merubah diri menjadi pribadi yang lebih "down to earth". Memanfaatkan sisa usia yang dititipkan Allah untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik. It's life, you can not just choose the best thing. Karena roda kehidupan terus berputar, ada saat kita berada di puncak tertinggi dan sesaat kemudian terhempas jatuh ke dalam jurang. Yahh.. once again "It is life". Ketika berada di atas, bersiaplah karena tak selamanya kamu berada di atas sana, pada saat kamu di bawah yakinlah suatu saat kamu bisa merasakan indahnya berada di puncak kejayaan. 

Di titik ini aku belajar bahwa "some things best left unsaid". Tidak semua hal bisa kita ceritakan ke semua orang karena bisa jadi kata-kata itu justru jadi boomerang buat kita. Yah, tidak semua harus kita pamerkan ke orang lain mungkin tentang jabatan kita, jurusan kita atau apalah yang bisa menjadi kebanggaan kita. Ada kalanya itu harus kita simpan, melepaskan segala embel-embel yang melekat pada diri kita dengan tidak perlu memamerkannya pada orang lain. Untuk diri saya pribadi, saya lebih senang dihargai sebagai diri saya seutuhnya, bukan karena saya ini anaknya bapak ini, jabatan saya begini atau karena saya punya barang ini. Karena yakinlah ketika semua yang kita punya itu menghilang dari diri kita maka hilang semua pula penghargaan orang lain kepada kita.

Terakhir.. di titik ini saya sadar bahwa kunci dari semua permasalahan hidup ini adalah "IKHLAS". yapp.. ikhlas dengan apapun yang kita lakukan atau kita dapat. Hanya dengan ikhlas, hati kita bisa menjadi lebih nyaman. Hanya dengan ikhlas, kita bisa melihat segala permasalahan dari sudut pandang positive. Ketika cobaan terus menerpamu, percayalah sesungguhnya Allah sedang mengajarmu dan menempamu menjadi pribadi yang bisa lebih ikhlas dan qonaah. Percayalah, hidup ini nggak lama kok. Jangan mau dibikin pusing oleh masalah, jangan mau dibuat galau oleh ujian. Jalani saja seperti air mengalir, selesaikan yang harus diselesaikan, jalani yang harus dijalani, yang penting jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Chin up everybody! :) Allah bersama kita..



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:

Posting Komentar