Aku tetap merindukan mereka dengan segala keanehan ini

Jumat, 07 Desember 2012

Persahabatan, suatu kata yang aku hampir lupa apa maknanya. Setelah beberapa bulan melepas semuanya, pergi tanpa meninggalkan jejak, kini aku sepertinya lupa seperti apa persahabatan itu. Aku yang dalam tidur selalu memimpikan mereka, aku yang dalam doa selalu menyebut nama mereka, aku yang selalu membayangkan hari-hari indah bersama mereka, hingga hari ini masih malu untk sekedar menyapa atau untuk sekedar memberi kabar. Aku malu pernah menjadi sahabat yang berkhianat, aku kini merasa sebagai orang asing. Sejujurnya dari lubuk hati terdalam aku sangat merindukan mereka, ingin memeluk mereka, berbagi kesedihan dan kesusahan tapi kemudian aku kembali berkaca pada diri sendiri. Sebodoh itukah aku dahulu, pergi tanpa pamit, aku anggap apa mereka sampai harus melarikan diri. Bukankah seharusnya mereka yang paling pertama kuberitau tentang semua rencana itu.

Sampai hari ini, aku belum berani menyapa mereka kembali. Bukan karena tidak ingin lagi bersahabat, tapi sepertinya aku butuh waktu untuk menebus semua kesalahan itu. Aku dengan segala keanehan yang melekat pada ego ku ingin menyendiri dalam sepi. Percayalah, suatu hari aku ingin menyapa mereka kembali. Anggaplah ini sebagai hukuman untuk diri sendiri yang pernah menjadi sahabat yang jahat. Lubuk hati terdalam sangat merindukan mereka, tapi ego ku selalu menahan diriku untuk hanya sekedar mengirim sms. Biarkan ini menjadi hukuman untuk seorang sahabat yang tak setia sepertiku. Aku yakin ini akan mengajariku tentang apa makna dari sebuah persahabatan. Sometimes, you don't realize how badly you miss someone till you cry in your pray.

Terkadang aku sendiri pun tak mengerti dengan diriku sendiri, mengapa harus dengan cara seperti ini. Mengapa tak menjalani saja dengan normal, tidak harus seperti ini. Tapi.. harus kau tau bahwa terkadang aku memang berada di zona yang seseorang pun tak ada yang mengerti zona itu. Sebuah pendirian yang terkadang orang lain tak mengerti dan tak tau bagaimana memahaminya. Aku dengan dengan segala keanehan itu, biarlah dimengerti oleh diriku sendiri. Tak peduli, ada suara sumbang berkomentar, aku akan tetap pada kepribadian aneh ini.

Dan di sini, masih dengan keanehan ini, aku juga masih dan akan tetap merindukan mereka. Mungkin bukan sekarang waktu yang tepat untuk menyapa. Tunggulah, hingga aku keluar dari zona ini. Zona yang terus membungkamku untuk tetap diam, untuk tetap berjalan di lorong yang sepi, zona yang kau, dia dan bahkan mereka tidak bisa mengerti. Aku akan selalu merindukan mereka dengan segala keanehan ini. Ingin selalu mengenang mereka dalam mimpi dalam doa dan dalam ingatan. Tunggulah hingga waktu itu tiba,, hinggasemua akan berjalan seperti biasa lagi, tunggulah... :')


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:

Posting Komentar