Rasa Ini

Senin, 06 Mei 2013

Selalu saja rasa itu hadir, sebuah rasa yang tak pernah bisa kujelaskan. Jangan salah paham, karena saya tidak sedang bicara tentang rasa cinta. Di sini saya bicara tentang sebuah rasa, yang terkadang aku hanya menyebutnya rasa tak enak. Seandainya ia bisa dicicipi mungkin rasanya pahit, andaikata baunya bisa dicium mungkin bau busuk. Rasa yang tak bisa aku jelaskan ini selalu dan selalu datang walau sudah sekuat hati aku menghalaunya. Ketika rasa ini datang maka aku akan segera memalingkan pikiranku, sekedar mencari hiburan atau membuat kesibukan lain. Yang jelas, ketika rasa itu datang, rasanya aku tak sanggup hidup di hari esok.

Andai saja bisa kujelaskan rasa apa ini, tentulah aku bisa sedikit lebih lega. Sebuah rasa yang tak kutau mencari dimana solusi pemecahannya. Hany sebuah rasa yang sebenarnya tak penting untuk dirisaukan. Tapi selalu saja, rasa itu datang menghancurkan pertahananku. Apakah rasa itu tentang sebuah ketakutan? bisa kusebut iya namun bisa juga tidak, ataukah tentang sebuah rasa kecewa? bisa iya bisa juga tidak, lalu apa? ataukah sebuah rasa yang merupakan akumulasi dari berbagai rasa yang ada? aku tak mengerti di sini gelap.

Lantas lewat apa rasa ini bisa kujabarkan jika lewat tulisan inipun aku tak mampu menjelaskannya. Jika itu hany sebuah rasa yang tak penting, lantas mengapa harus dirisaukan. Tapi bagaimana jika kubilang kalau rasa itu adalah sebuah bentuk kerisauan? Segala sesuatu yang berhasil membuat kita risau bukankah itu sebuah hal yang penting. Tapi jika aku salah menafsirkan bahwa rasa ini adalah sebuah kerisauan,  lalu kusebut apa rasa ini?



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:

Posting Komentar