Selalu saja rasa itu hadir, sebuah rasa yang tak pernah bisa
kujelaskan. Jangan salah paham, karena saya tidak sedang bicara tentang rasa
cinta. Di sini saya bicara tentang sebuah rasa, yang terkadang aku hanya
menyebutnya rasa tak enak. Seandainya ia bisa dicicipi mungkin rasanya pahit,
andaikata baunya bisa dicium mungkin bau busuk. Rasa yang tak bisa aku jelaskan
ini selalu dan selalu datang walau sudah sekuat hati aku menghalaunya. Ketika
rasa ini datang maka aku akan segera memalingkan pikiranku, sekedar mencari
hiburan atau membuat kesibukan lain. Yang jelas, ketika rasa itu datang,
rasanya aku tak sanggup hidup di hari esok.
Andai saja bisa kujelaskan rasa apa ini, tentulah aku bisa
sedikit lebih lega. Sebuah rasa yang tak kutau mencari dimana solusi
pemecahannya. Hany sebuah rasa yang sebenarnya tak penting untuk dirisaukan.
Tapi selalu saja, rasa itu datang menghancurkan pertahananku. Apakah rasa itu
tentang sebuah ketakutan? bisa kusebut iya namun bisa juga tidak, ataukah
tentang sebuah rasa kecewa? bisa iya bisa juga tidak, lalu apa? ataukah sebuah
rasa yang merupakan akumulasi dari berbagai rasa yang ada? aku tak mengerti di
sini gelap.
Lantas lewat apa rasa ini bisa kujabarkan jika lewat tulisan inipun aku tak mampu menjelaskannya. Jika itu hany sebuah rasa yang tak penting, lantas mengapa harus dirisaukan. Tapi bagaimana jika kubilang kalau rasa itu adalah sebuah bentuk kerisauan? Segala sesuatu yang berhasil membuat kita risau bukankah itu sebuah hal yang penting. Tapi jika aku salah menafsirkan bahwa rasa ini adalah sebuah kerisauan, lalu kusebut apa rasa ini?
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:
Posting Komentar