Koass Radiologi

Sabtu, 31 Agustus 2013

Dari beberapa bagian yang telah saya lewati, mungkin bagian radiologi ini adalah salah satu bagian yang berkesan. Bukan karena banyak hal menarik pada bagian ini, justru katanya bagian ini adalah bagian paling membosankan. Bagian ini menjadi bagian yang berkesan diantara bagian yang telah saya lewati karena saya masuk bagian ini benar-benar sebagai kertas kosong. Saya sama sekali tidak punya dasar tentang radiologi ini. Untuk membedakan radiolusen dan radiopak saja masih suka kebalik. Maklum, semasa kuliah dulu saya jarang sekali bahkan nggak pernah mendapat materi tentang ini.


Minggu pertama di bagian ini, jujur rasanya disorientasi banget. Untunglah setiap hari ada materi bimbingan dari residen, jadi kayak mulai lagi dari awal. Diberi materi dasar-dasar radiology sampai tingkatan paling atas. Semasa kuliah saya nggak tau colon in loop itu apa, cuma sekedar baca tapi nggak tau kayak gimana kerjanya, baca fotonya kayak gimana. Alhamdulillah 3 minggu di bagian ini, saya benar-benar kejar target bagaimana caranya agar kertas kosong di otak saya bisa terisi dengan baik. Minggu pertama, kalau ada waktu kosong pasti saya akan ke ruang pembacaan foto, bertanya jika ada yang nggak dipahami. Beruntung residen di bagian ini baik-baik banget, ketika kita bertanya dengan senang hati akan dijelaskan. Setidaknya minggu pertama saya sudah bisa membedakan yang mana foto thorax normal yang mana yang ada kelainan. Setidaknya kertas kosong ini sudah mulai tercoreti.

Salah satu hal yang berkesan selama di bagian ini adalah, pas di minggu saya masuk radiologi, sistemnya berubah drastis. Kalau dulu, tugasnya berupa pembuatan referat, sekarang tugasnya membuat laporan kasus. kalau dulunya nggak ada istilah "jaga" sekarang ada yang namanya jaga sampai jam 9 malam. Awalnya sih rada berat ya, masa di bagian ini ada jaganya juga. Ternyata luar biasa bermanfaat loh, karena ternyata tujuan jaga ini adalah untuk mengajari kami cara baca foto yang benar. Jadi selama jaga, tugas kami mendampingi residen dan pasti dibimbing, jadi bukan untuk disuruh-suruh. Saya sih kalau jaganya kayak gini sampai pagi pun sanggup. Apalagi pas giliran saya jaga itu, konsulen yang jaga adalah konsulen yang paling dewa, kami ditraktir dan diputarkan lagu-lagu penyemangat, walaupun lagunya lagu tempo dulu ya.. haha

Diakhir minggu dua, kertas kosong itu sudah terisi banyak catatan. Kalau dulu gambaran efusi pleura aja nggak tau, Alhamdulillah sekarang jadi tau gambarannya. Sekarang insyaAllah ketika melihat foto thorax sudah bisa melihat kelainannya apakah TB (aktif atau inaktif), Pneumonia, Atelektasis, Emfisema, Pneumothorax, Pneumoperitoneum, dan lainnya. Selain itu sekarang saya jadi tau cara pemeriksaan colon in loop, pemeriksaan HSG, IVP-BNO serta bagaimana menginterpretasikan fotonya. InsyaAllah jauh lebih tau dibanding 2 minggu sebelumnya.

Dan tiba saatnya minggu 3 adalah exam week. Saat dimana kita lagi GG (Gaduh Gelisah) terhadap ujian. Hari senin di minggu 3 diisi dengan presentasi laporan kasus, alhamdulillah berjalan lancar. Hari Rabu kami ujian foto. Malam rabu saya nginap di rumah teman belajar baca foto sampai jam 2 pagi. Hari rabu pagi sebelum jam 7 kami tiba di Rumah Sakit dan Alhamdulillah belajar selama 3 minggu tidak sia-sia. Jadi soal ujian hari itu ada 10 nomor. Setiap nomor terdiri dari 4 poin pertanyaan, jadi di layar ada 1 foto dan setiap 5 menit kita diminta pindah ke meja berikutnya mengamati foto selanjutnya. Saya ingat banget soal nomor satu itu kesannya pneumothorax, meja 2 itu Pneumoperitoneum, yang ketiga TB duplex lama aktif, yang keempat Cardiomegaly, yang kelima Spondylosis, yang keenam Atelektasis, yang ketujuh Efusi pleura, yang ke delapan Bronkiektasis, yang kesembilan Nephrolitiasis dan yang kesepuluh adalah fraktur kominutif 1/3 distal os tibia fibula sinistra. Saat ujian selesai, soalnya dibahas kembali dan alhamdulillah jawaban saya benar semua. Alhamdulillah ternyata kertas kosong itu kini nggak sekosong dahulu. Alhamdulillah

Tapi tadi pas ujian konsulen di depan dokter, ada satu foto yang sama sekali nggak bisa saya baca padahal itu adalah pneumothorax. Itu pertama kalinya saya melihat gambaran pneumothorax yang seperti itu, ntah saya yang ngeblank atau gimana. Tapi dalam hati kecil saya berbicara bahwa selama 3 minggu di bagian ini sudah banyak sekali yang saya dapatkan dan itu sudah jauh dari cukup. Apa jadinya kelak saya jadi dokter terus tidak tau cara baca foto x ray. Walaupun satu nomor itu tidak saya ketahui, tapi saya akan terus belajar, meskipun saya telah selesai di bagian ini insyaAllah ilmunya akan terus saya update dan akan terus saya pergunakan terutama saat di bagian bedah nanti. Alhamdulillah ya Allah bagian ini sangat menyenangkan, meskipun tiap hari hanya melihat hitam dan putih tapi sesungguhnya berada di bagian ini penuh warna. Thanks for my beloved team, walaupun baru kenal tapi mereka baiknya luar biasa.

Diakhir, saya akan menampilkan foto thorax dari pneumothorax. Saya nggak akan pernah lupa gambaran ini. Tadi saya salah karena nggak jeli mengamati gambaran hiperlusen avaskular. InsyaAllah berikutnya nggak lagi. :)
Semoga ilmu selama di radiologi ini berkah. Aamiin ya Allah



Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar:

Posting Komentar