Cemas, takut dan gelisah seringkali datang bertubi-tubi
menghancurkan pertahananku. Terkadang aku mampu membendungnya lewat dzikir dari
mulut kecilku, tapi tak jarang pula aku tersungkur tak berdaya. Padahal, sudah
beribu episode kelam terlewati tapi itu sepertinya tak cukup untuk menempa
mentalku menjadi sedikit lebih kuat. Lebih sabar, iya, tapi untuk selalu
berpikir positif, masih sangat sulit untuk kulakukan. Dalam diamku yang
kuanggap itu sebagai bentuk kesabaran, aku masih saja selalu menyimpan
pikiran-pikiran dan prasangka negative yang itu justru semakin menambah rasa
takut dan gelisahku.
Terkadang aku tak paham, untuk apa dan siapa sesungguhnya
rasa takut dan cemas ini ada. Bukankah seharusnya aku bisa lebih berani dan
kuat. Karena sesungguhnya ada Allah yang selalu menemani. Tapi, ketahuilah,
melawan rasa cemas, takut dan gelisah itu sungguh butuh perjuangan. Aku harus
mendobrak rasa itu, bertarung melawannya. Beberapa kali memang aku menang, tapi
tak jarang pula aku menjadi pecundang. Pecundang yang terus berjalan di muka
bumi, pecundang yang selalu takluk oleh rasa takut.
Belajar? iya, aku masih terus belajar bagaimana cara
mengalahkannya. Terus belajar dan berusaha menjadi seseorang yang berani dan
kuat. Hanya saja, aku belum pernah benar-benar berhasil mengalahkannya. Selalu
ada trauma masa lalu yang menghantui. Selalu takut melangkah dan mengambil
keputusan. dan akhirnya memang selalu begitu. Lalu?
I just wanna talk to my self. Bahwa seharusnya tak ada lagi
yang perlu ditakutkan, manakala yakin ada Allah yang selalu menolong dan
memberi jalan. Bahwa hidup ini hanyalah tempat bersenda gurau. Jadi, tak perlu
ada rasa cemas dan takut jika besok Allah masih menjanjikan bahagia. Tak
seharusnya aku membiarkan rasa takut dan cemas ini menggerogoti jiwaku,
memaksaku untuk tetap tinggal di tempat. Jika saya kalah oleh rasa takut dan
cemas ini, lantas kapan saya bisa maju, bukankah cita-cita hanya bisa diraih
dengan penuh keberanian dalam melewati rintangan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO


0 komentar:
Posting Komentar